Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Daerah Plural Lebih Terbuka pada Wisatawan

Ferdian Ananda Majni
03/12/2017 08:30
Daerah Plural Lebih Terbuka pada Wisatawan
(ANTARA/Zabur Karuru)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menyampaikan daerah yang memiliki penduduk beragam atau plural akan lebih terbuka terhadap wisatawan asing. Hal itu bisa menjadi salah satu daya tarik daerah tersebut sebagai tujuan wisata bagi wisatawan asing.

"Sebaliknya, jika ada daerah yang kurang ramah pada wisatawan, daerah itu kurang berkembang wisatanya. Sabang ini penduduknya plural dan daerah plural, maka menerima tamu lebih terbuka.

Begitu juga Bali, turis komplain, ya, senyum-senyum saja," ujar Kalla pada pembukaan puncak Sail Sabang di Pelabuhan Peti Kemas CT III, Kota Sabang, Aceh, kemarin.

Itu sebabnya, Kalla menyambut baik Sail Sabang 2017 yang digelar di Kota Sabang, Aceh, dengan fokus pengembangan tujuan wisata. Menurut Kalla, pengembangan tujuan wisata ibarat menjual rezeki Tuhan lantaran bukan buatan manusia.

"Keindahan laut sudah ada dan tinggal pemerintah ataupun Kementerian Pariwisata yang menjualnya. Kementerian, misalnya, tinggal bangun cerita yang baik. Orang datang itu kan ingin tahu, bukan sekadar melihat pantai," kata Kalla, seperti dikutip dari Antara.

Dia melanjutkan Sail Sabang menjadi bukti komitmen pemerintah untuk membangun pariwisata, selain perdagangan. Tiongkok, India, dan Korea Selatan yang memiliki penduduk besar dan ekonomi tumbuh baik menjadi peluang pemasaran wisata bagi Indonesia.

Ia pun berharap Sail Sabang bisa menarik investor di Aceh, khususnya sektor pariwisata di Pulau Weh. Terlebih, potensi alam di Sabang amat luar biasa.

Pada acara itu, Kalla juga melihat KRI Bima Suci yang merupakan kapal latih TNI-AL yang bergabung dengan jajaran TNI setelah selesai dibuat di Spanyol.

Acara itu dihadiri pula oleh Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Luhut menambahkan Sail Sabang 2017 sebagai sail tahunan kesembilan ini berfokus pada pengembangan tujuan wisata. "Ini berbeda dengan sebelumnya yang fokus pembangunan infrastruktur," ungkap Luhut.

Peserta terbanyak

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Sail Sabang menghadirkan peserta terbanyak ketimbang delapan sail sebelumnya, yakni sebanyak 20 ribu peserta, dengan 15% atau 3.000 orang ialah wisatawan asing.

Arief pun menekankan kembali pesan dari Presiden Joko Widodo agar gelaran sail seperti ini tidak hanya berhenti pada tahap seremonial. "Sail kali ini harus memberikan dampak nyata melalui peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Sabang," tutup Arief.
Terkait dengan itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf berharap Sail Sabang bisa menunjukkan saat ini Aceh benar-benar aman dan siap menerima tamu dan investor dari mana pun.

"Melalui Sail Sabang ini kami tentu berharap agar wisata Sabang makin mendunia sehingga Sabang dapat berkontribusi mewujudkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019," pungkasnya.

Sail Sabang kali ini diikuti 13 kapal perang RI (KRI), satu kapal penelitian Baruna Jaya milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 20 ribu pengunjung, dan 3.000 wisatawan asing, belum termasuk penduduk lokal.

Sejumlah acara Sail Sabang yang dimulai pada 28 November hingga 5 Desember 2017 antara lain karnaval seni, pameran bahari, kompetisi menyelam bebas, jambore iptek, seminar, sepeda santai, serta lomba blog bakti sosial. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya