Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

BNI Life Targetkan Premi Melebihi 30%

Jessica Sihite
29/11/2017 08:28
BNI Life Targetkan Premi Melebihi 30%
(ANTARA/AUDY ALWI)

BNI Life, anak perusahaan PT Bank BNI (persero) Tbk, masih optimitis mengejar kinerja positif pada tahun depan. Perusahaan yang bergerak di sektor asuransi itu mematok target pertumbuhan pendapatan premi di atas 30%.

"Industri asuransi masih tercatat tumbuh tinggi meski merebak isu perlambatan ekonomi," kata Direktur Utama BNI Life Geger Maulana saat acara ulang tahun ke-21 BNI Life di Jakarta, kemarin.

Ia menyampaikan pada kuartal III 2017, premi BNI Life bertumbuh 27% dari periode yang sama tahun lalu atau menjadi Rp4,29 triliun. Pertumbuhan itu di atas proyeksi pertumbuhan premi industri asuransi nasional yang sekitar 10%-20%.

"Tahun depan, AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) mematok target pertumbuhan 10%-30%. Namun, tahun depan kan sudah mulai masuk tahun politik. Meski kami lihat cukup sulit, tetap kami targetkan di atas 30%," papar Geger.

Ia menilai masyarakat kelas menengah akan makin bertambah dan daya beli cenderung akan meningkat. Selain itu, suku bunga perbankan terpantau cenderung menurun sehingga Geger masih optimistis BNI Life bisa memperoleh pertumbuhan yang tinggi pada 2018. "Kepedulian masyarakat terhadap industri asuransi juga bahkan naik," paparnya.

Pada tahun depan Geger berharap laba perusahaan naik hingga 50%, dengan mengandalkan lini bisnis penjualan produk asuransi melalui distribusi bancassurance. Saat ini, lanjutnya, lini bisnis bancassurance berkontribusi terbesar, yakni sebesar 70%. Kemudian sekitar 25% berasal dari employee benefit, dan sisanya dari lini bisnis melalui jalur agensi dan syariah.

Pada kuartal III 2017, BNI Life mencatat laba bersih Rp235 miliar atau naik 92% dari periode sama tahun lalu. Hingga akhir tahun ini, Geger berharap laba bersih bisa tembus Rp300 miliar. Selain itu, terang dia, jumlah nasabah naik sekitar 30%. Masing-masing yakni nasabah individu tercatat 400 ribu orang dan korporasi sebanyak 1.200 klien dengan kisaran peserta hampir 1,6 juta orang.

Capaian itu, kata dia, diperoleh karena kerja sama dengan induk usaha, PT BNI. Terlebih, perusahaan sedang berfokus pada peningkatan kualitas agen dan efisiensi. "Tahun ini dan ke depan kami akan menjual produk-produk yang lebih profitable. Kami juga terus mengoptimalkan kerja sama dengan induk usaha, Bank BNI," tukas Geger.

Sinergi

Pada kesempatan terpisah, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (persero) melakukan penandatanganan kerja sama dengan salah satu perusahaan marketplace terbesar Tanah Air, Bukalapak.com.

Direktur Kelembagaan BRI Sis Apik mengatakan upaya sinergi itu untuk mendorong industri ekonomi digital yang kini tengah menjadi primadona di Indonesia.

Dengan kemitraan itu, nantinya BRI berkomitmen menyediakan fasilitas perbankan seperti layanan virtual account BRI atau BRIVA online, layanan E-pay, CMS payment priority, WS Overbooking, dan notification.
"Kerja sama kali ini kami anggap strategis karena BRI dan Bukalapak memiliki core business sama yakni UMKM," tutup Sis. (Pra/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya