Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Harga dan Stok Pangan Aman di Akhir Tahun

Hamdi Jempot
28/11/2017 11:28
Harga dan Stok Pangan Aman di Akhir Tahun
(ANTARA/Adeng Bustomi)

PEMERINTAH ingin mengulang kisah sukses pengendalian harga dan stok barang kebutuhan pokok di ahir tahun, sama dengan saat pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebagai kepanjangan tangan pemerintah pun telah bersiap untuk menggelontorkan stok yang dimiliki melalui jaringan peritel dan pasar.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan, dalam menghadapi perayaan Natal 25 Desember 2017 ataupun persiapan memasuki Tahun Baru 1 Januari 2018 stok barang kebutuhan pokok terkendali dan aman.

"Tidak ada masalah dengan stok barang kebutuhan sebab semuanya terkendali," kata Tjahya seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku dalam rangka membicarakan penguatan strategi pengendalian inflasi menghadapi Natal 2017 dan Tahun baru 2018 yang berlangsung di Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, kemarin.

Menurut dia, harga juga terkendali dan tidak ada masalah sebab memang stok aman sekalipun ada beberapa barang kebutuhan pokok yang belum mengikuti harga eceran tertinggi (HET).

"Tetapi pada umumnya perkembangan harga bahan-bahan kebutuhan pokok masih stabil," ujarnya.

Jalin kerja sama

Kemarin, Perum Bulog bersama Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait dengan pemenuhan kebutuhan komoditas pangan pokok guna menjaga stabilitas ketersediaan dan harga di tingkat konsumen.

Kesepakatan tersebut nantinya akan menjadi landasan kerja sama ketiga belah pihak dalam upaya pendistribusian bahan pangan pokok.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengungkapkan pihaknya sebisa mungkin ingin menggandeng seluruh pihak yang terlibat dalam industri pangan.

"Kami ingin membangun jaringan baru, tidak hanya bersama ritel modern, tetapi juga tradisional. Bulog nantinya akan menyuplai barang-barang kepada mereka, tentunya dengan kualitas yang baik dan harga sesuai acuan pemerintah," ujar Djarot.

Kerja sama yang akan berlangsung selama satu tahun ke depan itu pada tahap awal fokus pada empat komoditas utama, yaitu beras, gula pasir, daging, dan minyak goreng kemasan sederhana.

Untuk gula pasir, saat ini stok yang terdapat di seluruh gudang Bulog di seluruh Indonesia masih sebesar 440 ribu ton, sedangkan konsumsinya hanya 240 ton per bulan.

Pun minyak goreng kemasan sederhana yang saat ini mencapai 2,2 juta liter, daging sebanyak 16 ribu ton, dan beras 1,2 juta ton.

"Itu semua masih cukup karena masih akan terus bertambah juga. Kalau ada kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru, kami gelontorkan ke pasar," tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan kerja sama dengan Perum Bulog adalah sebuah langkah yang sangat baik.

Pasalnya, seluruh anggota asosiasi kini bisa mendapatkan jaminan ketersediaan bahan pangan untuk dapat dijual di daerah masing-masing. (Pra/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya