Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemerintah Jamin Perundingan Freeport Selesai Desember

Antara
27/11/2017 22:59
Pemerintah Jamin Perundingan Freeport Selesai Desember
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut proses perundingan pemerintah dengan PT Freeport Indonesia akan selesai pada Desember 2017.

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot di Kompleks DPR Senayan, Jakarta, Senin (27/11), mengatakan memang seharusnya penyelesaian kontrak Freeport beserta soal divestasinya selesai pada akhir 2017.

Namun secara lebih detail, ia tidak menjelaskan mengenai teknis penyelesaian. Sebab pembahasan di Komisi VII DPR tersebut berlangsung secara tertutup.

Pemerintah sudah menyiapkan induk perusahaan tambang untuk mengelola divestasi Freeport nantinya melalui holding BUMN bidang pertambangan. Kementerian BUMN juga sudah menyatakan holding BUMN tambang akan membeli saham PT Freeport Indonesia dengan memanfaatkan pinjaman dari BUMN perbankan jika pendanaan dari ekuitas holding tidak mencukupi.

"Seumpama pendanaannya cukup dari ekuitas holding, maka itu sudah selesai. Kalau tidak cukup, maka kemudian ada pinjaman bank pemerintah," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.

Harry menjelaskan, peran perbankan pemerintah akan diperlukan seperti saat Medco mengakuisisi Newmont. "Masak Medco dibantu, kita yang BUMN enggak dibantu? Kita pasti dibantu bank pemerintah karena ini wujud sinergi," katanya.

Harry mengatakan saat dikonsolidasikan, ekuitas holding tambang mencapai Rp64,6 triliun atau Rp65 triliun. Jumlah tersebut, lanjut dia, akan dapat ditingkatkan kemampuan pendanaannya hingga tiga kali lipat sehingga tidak akan mengganggu kinerja keuangan perusahaan.

Kondisi tersebut, akan sangat berbeda jika perusahaan masih belum tergabung dalam satu holding. "(Begitu sudah holding) Rp65 triliun itu kalau di-leverage dua kali lipat saja sudah Rp120 triliun. Dalam rule of thumb (aturan dasar), tiga kali lipat itu aman," katanya.

Nilai tersebut, lanjut Harry, sudah termasuk hitungan kepemilikan 9,36% saham Freeport. Ada pun sisa nilai divestasi saham yang akan dicaplok pemerintah Indonesia hingga 51% belum dapat diketahui karena masih dalam tahap perundingan.

"Taruhlah angkanya US$3 miliar (sekitar Rp36 triliun) Nah, kita leverage-nya tadi dua kali lipat saja Rp120 triliun, jadi tidak perlu saya terangkan lagi," katanya meyakinkan kemampuan holding tambang untuk membeli divestasi saham perusahaan tambang asal AS itu.

PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan menjadi induk perusahaan (holding) BUMN industri pertambangan, sementara PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk, akan menjadi anak perusahaan (anggota holding). (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya