Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PEKAN lalu, publik dikejutkan dengan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat total kredit perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan mencapai Rp1.400,45 triliun di kuartal III-2017. Angka yang sangat besar itu ditengarai muncul karena debitur masih enggan melakukan pencairan kredit di perbankan.
Undisbursed loan ini terdiri dari kredit yang belum ditarik dengan status sudah komitmen senilai Rp346,02 triliun atau naik 15,80%. Sedangkan, undisbursed loan dengan status belum komitmen mencapai Rp 1.054,42 triliun atau hanya naik 7,74%.
Kelompok bank besar seperti PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk menjadi penyumbang terbesar komitmen kredit yang belum ditarik.
Saat dikonfirmasi, Bank BNI mencatat kredit yang belum ditarik di bank tersebut masih didominasi oleh dua sektor, yakni kartu kredit dan non-kartu kredit yaitu sektor listrik, air gas dan industri.
Menurut Direktur Keuangan & Risiko Kredit BNI Rico Rizal Budidarmo, sektor-sektor itu menyumbang kredit yang belum ditarik di BNI sebesar Rp48,3 triliun di kuartal ketiga. Dari kredit yang belum ditarik tersebut 2,12% berupa kredit dengan fasilitas kredit komitmen.
"Undisbursed loan 40% di kartu kredit. Untuk non-kartu kredit didominasi kredit modal kerja segmen korporasi pada sektor listrik, air dan gas; serta sektor manufaktur," terangnya saat dihubungi, Senin (27/11).
Untuk ke depan, mengingat proyeksi optimisme kondisi ekonomi Indonesia, ia meyakini undisbursed loan dapat digunakan lebih optimal seiring dengan peningkatan permintaan kredit. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved