Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ASIA Competitiveness Institute (ACI) merilis hasil riset tentang tingkat kemudahan berusaha di 34 provinsi di Indonesia pada 2017. Dalam riset tersebut, provinsi-provinsi di pulau Jawa masih menempati posisi 5 teratas yang memiliki tingkat kemudahan berusaha terbaik.
Sesuai urutan provinsi-provinsi tersebut yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta. Adapun posisi ke-6 hingga ke-10 diisi oleh provinsi dari Sulawesi dan Kalimantan. Sementara posisi 5 terbawah ditempati Bengkulu, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Papua Barat, dan Kepulauan Babel.
Riset tersebut dilakukan dengan 925 responden yang berasal dari pelaku bisnis dari 34 provinsi. Riset dilakukan dilakukan dari April hingga September 2017 dengan menggunakan 74 indikator yang terbagi menjadi 3 indeks yakni daya tarik investasi di daerah, keramahan terhadap iklim investasi, dan implementasi regulasi terkait investasi.
"Posisi 1 sampai 5 itu provinsi yang ada di Jawa, paling tinggi Jawa Timur, kemudian kalau peringkat 10 teratas ada 3 provinsi dari Sulawesi yakni Sulawesi Tengah (7), Sulawesi Selatan (9), dan Gorontalo (10), sementara dua lainnya berasal dari Kalimantan yakni Kalimantan Timur (6) dan Kalimantan Selatan (8)," ujar Deputi Direktur ACI Mulya Amri dalam paparannya di Jakarta, Selasa (21/11).
Dalam peringkat tersebut Jawa Timur naik dari posisi 3 di 2015 menjadi posisi 1, lalu Jawa Barat naik ke posisi 2 dari posisi 5, Jawa Tengah naik ke posisi 3 dari posisi 4, DKI Jakarta turun dari posisi 2 menjadi posisi 4, dan Yogyakarta naik dari posisi 9 ke posisi 5.
Mulya menyebut turunnya peringkat DKI Jakarta di antaranya disebabkan dua indikator yang krusial yakni upah minimum yang dinilai pelaku usaha cukup besar dan kemudahan mendapat izin usaha yang masih menjadi persoalan.
"Ini bukan hanya dilihat dari regulasi tapi dari survei kepada pengusaha, dibandingkan rata-rata Indonesia Jakarta di bawah minus (dalam dua indikator tersebut)," tukasnya.
Lebih lanjut ia menyarankan provinsi-provinsi di pulau Jawa yang menempati posisi 5 teratas jangan hanya berkompetisi di dalam negeri, tetapi juga harus didorong untuk bisa berkompetisi dengan provinsi-provinsi lain di ASEAN bahkan Asia untuk menggaet investasi.
Sementara itu, untuk provinsi di luar Jawa, ia menyebut yang perlu untuk jadi perhatian yakni dari Sumatra dan Papua.
"Di luar Jawa yang perlu ditingkatkan adalah ketertarikan dari pengusahanya, dari tingkat keuntungan dan keramahan terhadap bisnis, serta kondisi ketenagakerjaan, beberapa provinsi di luar Jawa yang punya potensi bagus seperti Sulawesi ada potensi sumber daya alam dan punya pemeritnahan yang responsif, tapi dari segi SDM tidak banyak pekerja yang bisa direkrut sehngga yang perlu dilakukan tingkatkan kapasitas SDM," pungkasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved