Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan proyek keramba jaring apung lepas pantai (KJA offshore) pertama di Indonesia akan terealisasi pada akhir tahun ini.
Saat ini, peralatan KJA sedang didatangkan PT Perikanan Nusantara (Perinus) sebagai BUMN pemenang tender dari Norwegia menuju Indonesia.
Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto menyebut tiga KJA akan tiba di Indonesia pada 20-23 November 2017.
KJA offshore tersebut akan dibangun di Sabang, Pangandaran, dan Karimunjawa.
"Setelah keramba sampai, perlu waktu sekitar satu minggu untuk dirakit di darat baru ditarik ke lepas pantai. Diperkirakan, Desember mulai ditebar benihnya oleh Presiden Joko Widodo," ucap Slamet di Jakarta, kemarin.
Tiga KJA offshore itu nanti-nya diisi benih ikan kakap putih.
Sebanyak 2,88 juta ekor benih kakap putih akan ditabur, dengan perincian setiap KJA memiliki delapan lubang dan setiap lubangnya akan diisi 120 ribu benih.
Kakap putih dipilih karena termasuk ikan yang mudah dibudidayakan.
Kakap putih juga bisa diolah menjadi berbagai produk ketimbang jenis ikan budi daya lainnya, misalnya kerapu.
Pasar kakap putih pun, menurut Slamet, lebih luas. Permintaan kakap putih lebih banyak dari Amerika Serikat, Eropa, dan Australia, sedangkan kerapu hanya diminati Tiongkok dan Hong Kong.
"Selain pasarnya lebih luas, teknologi kakap putih juga sudah dikuasai di Indonesia dari sisi pembenihan. Tinggal pelatihan untuk pembesaran (ikan) di tengah laut," terang Slamet.
Libatkan nelayan
Setelah beroperasi, kata Slamet, proyek KJA itu nantinya dikelola langsung oleh unit pelaksana teknis (UPT).
Adapun koperasi nelayan atau KUD bisa masuk ke pembudidayaan dan pembenihan kakap putih. Saat ini KKP masih menjajaki koperasi-koperasi daerah setempat yang berpotensi untuk ikut dalam berbudi daya kakap putih di KJA offshore.
"Kalau pemasaran akan kami serahkan ke BUMN, Perinus dan Perum Perindo (Perikanan Indonesia)," ujarnya.
Proyek KJA offshore pertama di Indonesia ini dibiayai dari APBN 2017 sebesar Rp42 miliar per daerah.
Anggaran itu untuk membeli teknologi keramba dan fasilitasnya dari Norwegia.
Menurutnya, budi daya ikan termasuk motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi Norwegia.
Karena itu, negara tersebut diyakini bisa jadi contoh dalam memanfaatkan potensi budi daya laut dengan inovasi teknologi modern, terutama pengembangan budi daya offshore.
Duta Besar Norwegia Vegard Kaale mengatakan Indonesia berpeluang jadi negara maju dengan memanfaatkan nilai ekonomi sumber daya budi daya perikanan yang dimiliki.
"Indonesia punya potensi, sedangkan kami punya teknologi dan pengalaman dalam mengelola industri ini," imbuh Vegard. (Jes/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved