Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH kunjungan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in ke Indonesia, investor dari negeri gingseng tersebut berminat menanamkan modal di sejumlah proyek infrastruktur.
Hal itu terungkap setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bertemu dengan Menteri Tanah, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Kim Hyun Mee di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (10/11).
Delegasi dari Korea Selatan membawa sejumlah pelaku usaha untuk menawarkan berbagai investasi infrastruktur. Basuki mengatakan, pelaku usaha Korea Selatan tersebut tertarik menanamkan modal di 5 sektor pembangunan, yakni bendungan beserta penyaluran air bakunya, perumahan, jalan tol, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan light rapid transit (LRT).
Untuk yang saat ini sedang berlangsung pembangunannya adalah bendungan Karian di Banten yang nantinya akan menyuplai air baku ke Tangerang Selatan, Tangerang dan DKI Jakarta.
"Loan untuk water supply sedang dalam pembicaraan dan tahun depan sudah mulai pengerjaan. Namanya water treatment process (WTP) dari Karian ada 7,9 km. Juga ada WTP baru yang akan dialihkan ke Jakarta dengan sekema public private partnership (PPP)," ujar Dirjen Sumber Daya Air Iman Santoso seusai pertemuan dengan delegasi Korea Selatan.
Untuk pembangunan saluran air baku ini kata Imam, pihak Korea memberikan pinjaman Rp2,1 triliun. "Untuk skema PPP beda lagi untuk itu untuk distribusi air baku. Mereka bangga dengan Karian karena dana dari mereka. Dana dari Korea semua sekarang sudah 48% selesai 2019," jelas Imam.
Selain bendungan yang sudah berjalan, pihak Korea Selatan juga menawarkan peningkatan elektronifikasi jalan tol dengan Intelligence Transportasi System (ITS) atau sistem transportasi.
"Kita ada tawaran dari Hungaria, kita coba dengan ini (Korea) mana yang lebih murah, mana yang lebih efisien," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Korsel juga berminat berinvestasi di penyediaan dan pembiayaan perumahan terjangkau untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), LRT Jakarta, dan PLTA, tepatnya PLTA yang ada di Sulawesi Tengah.
"Berdasarkan hasil perjanjian yang telah ditandatangani kemarin, kami juga berminat untuk investasi di proyek LRT dan Bongka Hydro Power yang merupakan proyek kerja sama yang penting bagi kami," kata Menteri Tanah, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Kim Hyun Mee.
Untuk perumahan dia mengungkapkan bahwa pengembang asal Korea Korean Hanwha ENC dengan PT PP (persero) Tbk, telah menandatangani kerja sama untuk proyek konstruksi perumahan. "Nantinya ini akan menjadi model dan mengurangi backlog perumahan untuk MBR," tutupnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved