Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Danamon bakal Menjadi Bank Milik Jepang

Fetry Wuryasti
10/11/2017 12:00
Danamon bakal Menjadi Bank Milik Jepang
(Klik gambar untuk memperbesar)

HARGA saham PT Bank Danamon (BDMN) Tbk di Bursa Efek Indonesia, kemarin, mendadak naik signifikan sebesar 18,04% atau Rp875 ke level 5.725 dari posisi penutupan hari sebelumnya di 4.850.

Kenaikan itu merupakan imbas dari berita rencana akuisisi 40% saham Bank Danamon oleh perbankan Jepang yakni Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU).

Merujuk pada laporan media Jepang, Nikkei, bank terbesar di Jepang itu memperluas bisnis perusahaan itu di Asia Tenggara.

Salah satunya dengan mengakuisisi saham Bank Danamon senilai US$1,76 miliar atau setara Rp23,7 triliun.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan BTMU pada 2016 memiliki aset US$2,59 triliun.

"Adanya ketertarikan BTMU untuk mengakuisisi Bank Danamon diharapkan sesuai dengan garis kepentingan bisnis Bank Danamon itu sendiri. Hal ini dalam rangka meningkatkan kinerja bahkan prestise dari Bank Danamon," ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Bank Danamon dalam keterangan resmi mengatakan pihaknya masih dalam proses negosiasi.

"Kami sampaikan bahwa Bank Danamon telah menerima pemberitahuan dari pemegang saham pengendali, yaitu Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI), bahwa AFI telah menerima expression of interest sehubungan kepemilikan saham AFI di Bank Danamon. Kami memahami bahwa ketertarikan tersebut bergantung pada hasil negosiasi lebih lanjut yang belum tentu menghasilkan perjanjian yang mengikat sehingga transaksi ini belum tentu terealisasi," ujar Direktur Danamon Michellina Triwardhany.

Bank Danamon meminta pemegang saham dan pihak lain bersikap prudent dalam bertransaksi terkait dengan saham perusahaan.

Yang pasti, kegiatan operasional Bank Danamon berjalan normal serta selalu mengedepankan layanan yang terbaik kepada para nasabah.

Harus berhitung

Apa yang disampaikan manajemen Bank Danamon adalah hal yang tepat.

Apalagi saat ini yang terjadi ialah baru pada tahap awal penyampaian minat.

Bank Danamon memiliki sejarah kegagalan akuisisi saham oleh bank asal Singapura, DBS Bank, pada 2013.

Saat itu, DBS ingin menguasai 67,4% saham milik Asia Finance.

Namun, rencana tersebut kandas karena Bank Indonesia (BI) hanya meng-izinkan DBS membeli saham Bank Danamon sebesar 40% saja.

Pada saat rencana akuisisi itu diumumkan 3 Agustus 2012, saham Bank Danamon lansung melejit 40% atau Rp1.850 ke posisi Rp6.450.

Namun, proses negosiasi yang berlangsung hingga setahun menyebabkan harga saham Bank Danamon kembali ke level Rp5.200.

Saat diumumkan pembatalan akuisisi 1 Agustus 2013, saham Bank Danamon merosot 700 poin ke level Rp4.500.

Bila melihat rencana BTMU hanya akan membeli 40% saham Bank Danamon, mungkin BI akan mengizinkan sebab jumlah itu tidak melebihi batas yang diizinkan BI bagi pihak asing untuk memiliki saham bank di Indonesia.

Meski demikian, BTMU harus berhadapan dengan ketentuan single presence policys atau hanya dapat menjadi pemegang saham pengendali pada satu bank.

BTMU saat ini telah ber-operasi di Indonesia dengan status kantor cabang bank asing (KCBA) sehingga mereka harus meleburkan cabang. (Ant/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya