Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Sri Mulyani Kumpulkan Ekonom Cermati Pertumbuhan Ekonomi

Tesa Oktiana Surbakti
07/11/2017 20:59
Sri Mulyani Kumpulkan Ekonom Cermati Pertumbuhan Ekonomi
(MI/Ramdani)

DI tengah target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dalam APBN Perubahan 2017, capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2017 tercatat masih 5,06%. Menyikapi kondisi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumpulkan sejumlah ekonom untuk mencermati proyeksi ekonomi ke depan.

"Kondisi ekonomi ke depan diperkirakan membaik. Pemerintah masih optimistis mendorong pertumbuhan, serta APBN didorong spending yang produktif, infrastruktur dan social spending untuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan rastra agar meningkat terus," ujar ekonom Bank Permata Josua Pardede seusai analyst meeting tersebut, Selasa (7/11).

Josua tidak menampik bahwa pertumbuhan ekonomi yang masih bergerak di kisaran 5% menjadi atensi utama pemerintah. Dalam pertemuan tertutup itu, sambung dia, pemerintah menyatakan komitmen menggencarkan pembangunan infrastruktur dalam rangka memperkecil kesenjangan pembangunan antar wilayah.

Josua memandang investasi di sektor infrastruktur membuka potensi pertumbuhan ekonomi, namun lebih ke arah jangka panjang bukan jangka pendek.

"Kalau dilihat, posisi pemerintah optimistis dengan perkembangan ekonomi saat ini. Salah satunya dari kondisi ekonomi global seperti China yang lebih baik dari perkiraan. Kita lihat juga ekspor kuartal III 2017 tumbuh 17% termasuk imbas harga komoditas," jelas Josua.

Yang perlu lebih ditekankan saat ini, imbuhnya, ialah bagaimana mendorong supaya investasi dipacu. Menurut Josua, investasi mestinya bisa menjadi salah satu pendorong ekonomi selain konsumsi rumah tangga.

Ekonom senior Standard Chartered Aldian Taloputra menambahkan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 terbilang positif. Terutama dari pertumbuhan investasi (PMTB) yang di atas ekspektasi, yakni 7,11% dengan kontribusi 2,25% terhadap PDB.

Selain itu, daya beli masyarakat dari sisi konsumsi rumah tangga (RT) turut menjadi sorotan. Seperti diketahui, pertumbuhan konsumsi RT per kuartal III 2017 tercatat 4,93% atau turun tipis dari dua kuartal sebelumnya pada tahun yang sama.

"Konsumsi rumah tangga menjadi perhatian. Salah satu measure-nya social spending pemerintah lebih besar dan penerima PKH lebih ditingkatkan. Untuk target (ekonomi) 2018, pemerintah berpikir reformasi pajak berikut efektivitas spending bisa jadi pendorong," kata Aldian. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya