Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Emiten Indonesia (AEI) mengharapkan ada kementerian teknis yang membawahkan industri pasar modal mengingat perannya cukup penting dalam perekonomian nasional.
"Semua asosiasi kan ada kementerian teknisnya. Bagi kami, kementerian teknis sangat urgen," ujar Ketua Umum AEI Franciscus Welirang di sela diskusi Asosiasi Emiten Indonesia-CEO Focus 2017 bertema Tantangan dunia usaha dan pengembangan pasar modal, di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang saat ini menaungi pasar modal dinilai belum sepenuhnya mewakili pemerintah, berbeda ketika di bawah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang di bawah Kementerian Keuangan.
"Kalau pasar modal dinilai penting, ada dong kementerian teknis. Kalau ada di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ada direktur jenderal (dirjen) di sana," katanya.
Sejak tidak adanya Bapepam-LK, ia menambahkan bahwa kementerian teknis yang membawahkan pasar modal menjadi tidak jelas. Kondisi itu membuat pelaku pasar modal seperti kehilangan induk.
"OJK kan bukan pemerintah. Sudah 3,5 tahun ini kami seperti anak ayam yang tidak jelas induknya. Semua asosiasi ada induknya di kementerian. Khusus pasar modal ini tidak ada, harusnya di kementerian keuangan. Namun, saya belum tahu ada tidak tupoksi (tugas, pokok dan fungsi)-nya. Saat ini, seolah-oleh tupoksinya di OJK," katanya.
Dalam kesempatan itu, Franciscus Welirang juga mengatakan pasar modal merupakan salah satu aspek yang vital dan penting bagi aktvitas perekonomian nasional, mengingat pasar modal dapat dijadikan sarana bagi perusahan untuk meraih dana, baik dalam berinvestasi maupun pengembangan usaha.
"Keberadaan pasar modal memiliki banyak manfaat bagi ekonomi secara keseluruhan. Secara khusus emiten jadi bagian penting bagi pengembangan pasar modal," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, dalam rangka mendukung pertumbuhan pasar modal pihaknya akan mendorong anggotanya untuk meraih pendanaan melalui pasar modal.
"Pasar modal dapat menjadi alternatif. Artinya, bursa harus menarik bagi para pihak karena benchmark mereka adalah perbankan. Kalau perbankan lebih murah dan sederhana, mereka akan ke bank," ujarnya.
Indeks naik
Dalam perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)) ditutup melanjutkan penguatan sebesar 11,28 poin atau 0,18% ke level 6.050,82 seiring dengan rilis pertumbuhan ekonomi nasional.
Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan fundament ekonomi nasional yang masih berada dalam kondisi stabil menjadi salah satu faktor pendorong IHSG untuk kembali mencatatkan rekor.
"Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan ekonomi mendorong investor melanjutkan aksi beli saham, termasuk asing," katanya.
Investor asing mencatat beli bersih Rp264,54 miliar. (Ant/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved