Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menyebutkan skema pembiayaan investasi nonanggaran (PINA) untuk membiayai pembangunaan infrastruktur positif dan terbukti bisa menjadi alternatif pembiayaan selain APBN ataupun APBD.
“Saya pikir bagus, ya. Kalau semua hanya mengandalkan APBN dan APBD, gap infrastruktur kan gede. Kalau tidak salah, gapnya itu Rp5.000 triliun sehingga keterlibatan swasta ini penting untuk bisa mengakselerasi,” ujar Virda saat kunjungan lapangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Bandara Kertajati, Majalengka, pekan lalu.
Pembangunan Bandara Kertajati membutuhkan biaya sekitar Rp2,6 triliun. Pembiayaan terbagi menjadi dua, yaitu pembiayaan berdasarkan ekuitas dan pembiayaan dari pinjaman.
Untuk pembiayaan ekuitas, sebanyak Rp796 miliar merupakan setoran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rp936 miliar dari investor reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) ekuitas, dan setoran dari PT Jasa Saran sebanyak Rp12,5 miliar.
Sementara itu, untuk pembiayaan dari pinjaman sendiri diperoleh dari sindikasi perbankan syariah sebesar Rp906 miliar.
Bank-bank syariah yang terlibat dalam sindikasi pembiayaan pembangunan Bandara Kertajati tersebut ialah Bank BJB Syariah, Bank Jambi Syariah, Bank Kalbar Syariah, Bank Kalsel Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Jateng Syariah, dan Bank Sulselbar Syariah.
Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai Bandara Kertajati akan menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah Jawa Barat.
“Saya pikir Kertajati akan menjadi pusat pertumbuhan baru karena Jawa Barat ini pusat pertumbuhannya hanya bertumpu di daerah Bandung, Bekasi, Bogor, dan Cirebon,” ujar Bambang.
Saat ini, progres pembangunan Bandara Kertajati secara total telah mencapai 66,41%. Infrastruktur jalan, drainase, lanskap, dan ramp simpang susun dikerjakan PT Adhi Karya Tbk sudah 97,74%. Pembangunan terminal utama penumpang sudah mencapai 52,58%, dikerjakan KSO PT Wijaya Karya-PT PP Tbk.
“Jadi, pembangunan Kertajati diharapkan tidak hanya bandara dan aerocity-nya, tapi dampak ke pembangunan wilayah sekitarnya. Kita harapkan antara wilayah Bandung, Cirebon, dan Bekasi, yang tadinya terpisah, seolah-oleh dipersatukan dengan adanya Kertajati ini,” kata Bambang. (Ant/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved