Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Intiland Development Tbk menggandeng tiga pengembang anggota REI dalam rangka membangun rumah murah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Kami tidak memiliki pengalaman membangun rumah murah layak huni sesuai program pemerintah. Untuk itu, kami menggandeng PT Menara Tinggi Bertumbuh (MTB), PT Cipta Griya Sriwijaya (CGS), dan PT Bangun Multirealtindo (BM) untuk mewujudkan program tersebut,” kata Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, di Jakarta, pekan lalu.
Theresia menjelaskan, dalam mewujudkan rencana tersebut, Intiland menyediakan lahan sebagai bagian program corporate social responsibility (CSR) perusahaan. Sementara itu, pengembang yang menjadi mitra akan memasarkan, membangun, serta memfasilitasi pembeli sampai proses pencairan kredit pemilikan rumah (KPR).
Kerja sama empat perusahaan itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian, dalam hal ini PT Intiland Development Tbk, diwakili Theresia Rustandi yang juga menjabat Kepala Program CSR, Tomi Wistan selaku Direktur Utama MTB, Oka Moerod selaku Komisaris CGS, dan Dadang Juhro selaku Direktur Utama BM.
Hadir pada kesempatan tersebut, pengurus Kadin Indonesia bidang properti, Hendro Gondokusumo dan Harry Raharta.
Proyek contoh, lanjut Theresia, akan segera dibangun di atas lahan seluas 1 hektare di Puri Permata Indah, Pacitan, Jawa Timur, yang merupakan perluasan kawasan perumahan yang dikembangkan Intiland seluas 3 hektare untuk tahap I.
Oka Moerod mengatakan, di atas lahan seluas 1 hektare, akan dibangun 106 unit rumah murah layak huni yang ditujukan bagi MBR, juga TNI, Polri, dan PNS dengan mendapat subsidi FLPP. Menurutnya, kerja sama itu terobosan dalam mewujudkan program sejuta rumah serta diharapkan dapat menjadi contoh kemitraan pengembang besar dengan pengembang kecil untuk mendukung realisasi program sejuta rumah, terutama di darah.
“Seperti contoh REI Sumatra Selatan sebanyak 80% dari 170 merupakan pengembang kecil sehingga agar program sejuta rumah cepat terwujud harus ada kerja sama kemitraan di daerah-daerah,” ujar dia.
Lebih lanjut, Presdir Intiland Development Hendro Gondokusumo menambahkan, pihaknya berencana menambah area lagi yang akan dikerjasamakan untuk mendukung program sejuta rumah. (Ant/S-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved