Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mengaku baru saja membeli motor listrik buatan dalam negeri, Minggu (29/10) kemarin, Menteri ESDM Ignasius Jonan, hari ini Senin (30/10) memamerkan motor listrik tersebut di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Salah satu yang dipamerkan Jonan dari motor listrik baru itu ialah keiritannya jika dibandingkan dengan motor berbahan bakar minyak (BBM). Soal kecepatan juga tak kalah, bisa melaju di kecepatan 60 km/jam hingga 70 km/jam.
Jonan menyebut motornya hanya mengonsumsi 1,6 kilo watt hour (kwh) untuk jarak 60 km. Jika dikonversi ke rupiah, pemakaian 1,6 kwh itu hanya sekitar Rp2.300. Bandingkan dengan jika menggunakan motor BBM, jarak 60 km kurang lebih menghabiskan 1,5 liter premium atau nilainya sekitar Rp10.000
"Bisa hemat sekitar Rp7.000 per 60 kilometer. Jika sehari penggunaan 60 km, sebulan akan hemat sekitar Rp200 ribu," paparnya.
Baterei motor listrik ini bisa tahan sekitar 4-5 tahun. Harga baterai memang cukup mahal, sekitar Rp5 juta, akan tetapi dengan motor listrik tidak ada perlu biaya perawatan mesin, tidak ganti oli, tidak ganti busi.
"Jadi anggap saja biaya ganti baterai itu sama dengan biaya perawatan mesin dan ganti oli," cetus Jonan.
Bagaimana charge baterai? mudah sekali, cuma perlu colokan dengan kapasitas 4A di 100-240 V selama 3-4jam.
Jonan menambahkan motor listrik yang ia beli seharga Rp16,7 juta. Sepeda motor terebut telah dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
"Harganya Rp16,7 juta, dikasih helm harganya Rp 500-600 ribu dan jaket sudah lengkap," terangnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved