Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Laba BRI Tembus Rp20,5 Triliun

Fetry Wuryasti
27/10/2017 10:59
Laba BRI Tembus Rp20,5 Triliun
(ANTARA/WIDODO S JUSUF)

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp20,5 triliun pada triwulan III 2017 atau tumbuh 8,2% jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya Rp18,6 triliun.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan laba bersih BRI itu didorong pendapatan bunga bersih (net interest income) dan pendapatan jasa (fee based income) yang tumbuh positif.

“Laba pada triwulan III didorong pertumbuhan pendapatan bunga net 11% dan fee base 12%,” ujar Haru saat jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Pada triwulan III 2017, ­secara konsolidasi BRI mampu meraup Rp7,4 triliun dari pendapatan jasa, meningkat dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,5 triliun.

Haru menuturkan kenaik­an pendapatan jasa itu mencerminkan upaya BRI yang tengah mengembangkan bisnis tran­saction banking. BRI saat ini terus berupaya meningkatkan pendapatan dari nonbunga.

“Beberapa strategi kami yaitu melalui digital banking, dan mengarahkan nasabah agar makin terbiasa melakukan transaksi melalui internet banking, mobile banking, dan jaringan e-channel BRI.”

Untuk laba, lanjut Haru, seharusnya bisa tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan September 2016. Namun, pihaknya mengalihkan sebagian keuntungan untuk cadangan kerugian penurunan nilai atau CKPN guna meng­antisipasi kredit bermasalah (NPL) pada tahun depan.

CKPN BRI per September 2017 meningkat dari 156,9% menjadi 198,21%. NPL gross BRI mencapai 2,33%, menurun tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 2,34%.

“Kami menaikkan cadangan itu untuk jaga-jaga dalam cove­rage NPL. Kami lakukan di awal sehingga akhir tahun tidak perlu lagi menaikkan cadangan. NPL akan kita jaga di 2,2%-2,4%,” kata Haru.

Dirut Bank BRI Suprajarto menyatakan hingga triwulan III 2017, kredit BRI mencapai Rp694,2 triliun, tumbuh 10,03% ketimbang periode sama tahun lalu sebesar Rp630,9 triliun.

Dari total kredit Rp694,2 trili­un, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendominasi penya­luran, yakni sebesar 75,8% atau Rp526,5 triliun. Penyaluran kredit ke sektor UMKM itu tumbuh 14,2% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Perincian kredit ke sektor UMKM sebesar Rp526,5 triliun itu mencakup kredit mikro Rp229,3 triliun, kredit konsumer Rp108,2 triliun, kredit ritel dan menengah Rp176,4 triliun, dan kredit program Rp12,6 triliun.

“UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional memiliki akses pembiayaan perbankan yang terbatas. Kami terus berupaya agar portofolio pembiayaan UMKM mencapai 80% dari total kredit yang disalurkan sehingga bank memberi multiplier effect pada perekonomian nasional,” imbuh Suprajarto.

Laba BCA naik
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) beserta entitas anak usaha mencatatkan kenaik­an laba bersih hingga 11,3% menjadi Rp16,8 triliun pada kuartal III 2017 dari Rp15,1 triliun pada periode sama tahun lalu.

Selain itu, pendapatan ope­rasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 5,2% menjadi Rp41,7 triliun pada kuartal III 2017 ketimbang Rp39,7 triliun pada kuartal III 2016.

Presdir BCA Jahja Setia­atmadja menyatakan manajemen risiko yang prudent merupakan bagian penting dalam upaya mempertahankan pertumbuhan laba yang positif. (E-1)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya