Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kado Istimewa untuk Warga Papua

Ghani Nurcahyadi
27/10/2017 08:27
Kado Istimewa untuk Warga Papua
(ANTARA/DIDIK SUHARTONO)

MASYARAKAT Papua dan Papua Barat mendapat kado istimewa dari PLN. Kado itu berupa aliran listrik bagi 101 desa yang tersebar di Papua dan Papua Barat.

Dari jumlah tersebut 16 desa berada di Sorong, 4 desa di Merauke, 6 desa di Timika, 52 desa di Manokwari, 16 desa di Jayapura, dan 7 desa di Biak. Kado itu menjadi pelengkap kemeriahan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 pada tahun ini.

“Hari ini secara serentak 101 desa tersebar sudah menikmati listrik PLN. Ini menjadi kado yang sangat spesial bagi warga Papua dan Papua Barat yang puluhan tahun belum menikmati listrik,” ujar Direktur Regional PLN Maluku dan Papua Ahmad Rofik saat meresmikan listrik desa di Distrik Neney, Manokwari Selatan, Papua Barat, Rabu (25/10).

Hingga saat ini sudah 117 desa yang teraliri listrik dari target 379 desa pada 2017. PLN terus mengebut penuntasan pekerjaan rumah tersebut.

Menurutnya, tersebarnya lokasi permukiman penduduk di pegunungan serta akses transportasi ke lokasi permukiman menjadi tantangan tersendiri bagi PLN untuk membangun pembangkit dan jaringan listrik hingga ke pelosok.

Ada sejumlah desa dengan pembuatan sistem yang terisolasi dengan memasang pembangkit diesel, seperti Distrik Neney. Banyak juga yang menggunakan sistem grid (perluasan) dari kelistrikan yang sudah ada. Total kapasitas daya keseluruhan pembangkit diesel dengan sistem terisolasi sebesar 300 kw dengan panjang jaringan tegangan menengah (JTM) 214,37 kms dan jaringan tegangan rendah (JTR) 157,04 kms.

Bukan hal yang mudah untuk merealisasikan target tersebut. Banyak kendala yang dialami petugas lapangan dalam melistriki desa. Salah satunya kondisi geografis dan medan yang menyulitkan mobilisasi.

Melalui program Papua Terang 2020, PLN membangun pembangkit dan jaringan listrik hingga ke pelosok desa yang sebelumnya belum berlistrik.

Di tempat yang sama, Bupati Manokwari Selatan Markus Waran menambahkan, hadirnya PLN di wilayahnya membuat anak-anak dapat belajar di malam hari. Ada pula keluarga yang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dengan bekerja di malam hari.

Keberhasilan melistriki sebagian Manokwari Selatan, diakui Markus, merupakan hasil kerja sama harmonis pemerintah daerah dengan PLN, terutama dalam penyediaan lahan untuk penempatan mesin dan penanaman tiang listrik.

“Kami sudah menegaskan kepada masyarakat, kalau mau listrik ada dan lancar, tidak ada lagi upaya untuk menghambat PLN memasang instalasi. Pohon-pohon tidak boleh lagi dekat tiang listrik,” tegas Markus.

Dari melistriki 101 desa, 40 distrik, serta 19 kabupaten/kota, PLN mendapatkan penambahan pelanggan sebanyak 1.441 pelanggan tersambung. (Gnr/S-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya