Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio melihat maraknya penipuan berupa investasi bodong lebih karena masalah edukasi dan rendahnya literasi keuangan. Edukasi sebenarnya menjadi tanggung jawab semua pihak. Yang terjadi saat ini ialah banyak orang tidak menyadari semakin tinggi imbalan atas suatu investasi semakin besar risikonya.
"Oleh karena itu, yang ilegal biasanya selalu menawarkan imbal lebih tinggi karena risiko juga lebih tinggi," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan, perusahaan investasi ilegal biasanya pada enam bulan pertama beroperasi secara benar dan menghasilkan keuntungan. Namun, pada akhirnya mentok dan tidak bisa membayar. "Makanya edukasi harus terus dilakukan. Bahayanya biasanya investasi ditawarkan teman atau orang terdekat," tukas Tito.
Praktisi perencana keuangan Aidil Akbar mengatakan umumnya kejadian dibawa kabur uang investasi masyarakat atau terjadinya investasi bodong berawal dari maraknya inklusi keuangan yang paling dekat dengan warga, yakni koperasi. Keseragaman aturan untuk mencegah terjadinya investasi bodong juga sulit dilakukan mengingat bila investasi itu merujuk ke bisnis, tidak ada batasan minimum dan maksimum return.
"Yang terpenting penegakan hukum. Sekarang berapa banyak orang yang telah melakukan investasi bodong dan banyak yang berhasil lari. Fungsi OJK memang pengawasan. Namun, mereka tidak bisa menindak, terutama bila pelaku bukan instansi di bawah pengawasan OJK seperti yang bertransaksi ke instrumen perbankan ataupun saham, dan anggota crowd funding di bawah minimum aturan OJK, tentu sulit terawasi," ujar Aidil.
Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan perlunya mengintegrasikan perizinan investasi keuangan pada satu lembaga khusus. "Jadi semua model bercorak investasi perizinannya di bawah satu institusi supaya pengawasannya lebih optimal, termasuk juga literasi investasi keuangan bagi masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi," tandasnya.(Try/Cah/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved