Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Infrastruktur agar Warga Lebih Bermartabat

25/10/2017 09:38
Infrastruktur agar Warga Lebih Bermartabat
(MI/ARYA MANGGALA)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia memerlukan pembangunan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan dasar serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini belum dirasakan secara optimal.

“Infrastruktur bukanlah kemewahan. Infrastruktur adalah kebutuhan untuk membuat manusia dapat hidup lebih bermartabat,” ujarnya dalam seminar mengenai infrastruktur di Jakarta, kemarin.

Sebagai negara kesatuan yang terdiri atas berbagai pulau, menurut Menkeu, kebutuhan sarana infrastruktur sangat mendesak untuk mendorong konektivitas serta mewujudkan terjadinya keadilan sosial dari sisi politik, hukum, dan ekonomi.

Dia mengatakan tantangan pembangunan infrastruktur tak hanya pada pembiayaan, tapi juga institusional arrangement yang memadai untuk memenuhi target ketersediaan infrastruktur, baik dari sisi sumber dana, skema dan kelembagaan, maupun hasil. Upaya yang diperlukan untuk mengatasi tantangan itu antara lain dengan menyelaraskan kepentingan antarpemangku kepentingan, serta adanya skema pembiayaan yang inovatif dan kreatif.

Terkait dengan penyediaan infrastruktur dasar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mendorong pemerintah daerah meningkatkan ketersediaan akses air minum ­sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Kementerian itu melalui Ditjen Cipta Karya mencanangkan program 100-0-100 yang merupakan target 100% akses aman air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% ­akses sanitasi layak, dapat dipenuhi di 2019.

Untuk mewujudkan hal itu, Ditjen Cipta Karya menggulirkan program hibah air minum untuk meningkatkan partisipasi pemda dalam penyediaan air minum perpipaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemda yang ingin mendapatkan dana hibah dari program ini melalui PDAM disyaratkan membangun jaringan perpipaan hingga ke sambungan ke rumah-rumah MBR yang telah diusulkan sebelumnya. “Nantinya investasi yang dikeluarkan akan diganti dari dana APBN melalui program ini,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo. (Adi/Ant/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya