Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

PGN Segera Bangun Proyek Pipa Transmisi Duri-Dumai

25/10/2017 09:14
PGN Segera Bangun Proyek Pipa Transmisi Duri-Dumai
(ANTARA/ARDIANSYAH)

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk segera merealisasikan proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai di Provinsi Riau sepanjang 67 kilometer. Menurut rencana, proses peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dimulai pada bulan depan.

“Awal November PGN memulai pengerjaan proyek pipa transmisi gas bumi dari Duri ke Dumai sepanjang 67 km. Pembangunan proyek ini diperkirakan memakan waktu 12 bulan. Target kami 1 Oktober 2018 gas bumi sudah mengalir ke pelanggan PGN di Dumai,” kata Direktur Komersial PGN Danny Praditya dalam keterangan resmi, kemarin.

Pembangunan pipa transmisi ini bisa segera dilaksanakan karena proses pembebasan lahan sudah hampir selesai. Apalagi, pembangunan ruas pipa Duri-Dumai ini akan menggunakan lahan jalur tol Pekanbaru-Dumai. “Kami bersinergi dengan PT Hutama Karya sebagai pihak yang membangun tol tersebut,” imbuhnya.

Danny mengatakan, selain itu urusan perizinan pun sudah tidak ada masalah. PGN sudah mengantongi seluruh izin yang diperlukan. “Kami sudah pegang izin prinsip dari pemerintah wilayah dan izin lingkungan dan perizinan lainnya,” ujarnya.

Proyek pembangunan pipa gas transmisi Duri-Dumai merupakan kerja sama BUMN antara PGN dan PT Pertamina (persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas. Kerja sama ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 4975 K/12/MEM/2016.

Pada Juni lalu kedua BUMN itu telah menandatangani head of agreement (HoA).

PGN dan Pertamina berencana membangun pipa transmisi sepanjang 67 kilometer. Investasi yang bakal dikucurkan mencapai US$76 juta atau setara Rp1,02 triliun.

Dana pembangunan pipa bersumber dari kas internal masing-masing. Sesuai porsi kepemilikan, PGN mendapat porsi 40% pada proyek tersebut, sedangkan Pertamina 60%.

Gas yang akan dialirkan ke pipa itu berasal dari Blok Corridor yang dikelola Conoco Philips di Sumatra Selatan. Akan ada tambahan gas dari Blok Bentu yang dioperasikan Energi Mega Persada (EMP). Total pasokan gas yang akan mengalir sekitar 200 juta kaki kubik per hari. (Tes/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya