Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Penerapan BBM Satu Harga Dipercepat

19/10/2017 10:17
Penerapan BBM Satu Harga Dipercepat
(ANTARA/PUSPA PERWITASARI)

PEMERINTAH mempercepat pembangunan lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah terluar Indonesia untuk menerapkan BBM satu harga. Kebijakan itu ditargetkan rampung tahun ini di 21 wilayah dengan 54 titik lokasi.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hendry Ahmad menyatakan 26 titik di wilayah yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) telah menerapkan kebijakan BBM satu harga. Enam wilayah lain segera menerapkan kebijakan itu pada November mendatang dengan satu titik lokasi diresmikan akhir Oktober.

“Ada enam lagi yang akan diresmikan, satu pada bulan ini (Oktober). Kondisi sudah seratus persen siap operasi,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, kemarin.

Keenam wilayah tersebut ialah Sulawesi Utara, Bali, Papua, Papua Barat, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau. Warga di daerah itu kini bisa mendapatkan premium seharga Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter. Sebelumnya mereka membeli premium dengan harga sekitar Rp8.000-Rp15.000 per liter, sedangkan solar pada kisaran Rp7.000-Rp18.000 per liter.

“Kita akan coba suplai BBM. Akan kita lakukan setelah kapal datang, bentuknya SPBU compact dan sisanya lima buah kita rencanakan di November. Ada yang 9, 10, 23 November di Papua dan Papua Barat, terakhir kita resmikan di Kepulauan Riau dan Kaltara di Berau.”

Selain itu, 14 lokasi lainnya juga tengah dipersiapkan Pertamina untuk menya-lurkan BBM satu harga. Beberapa di antaranya Sulawesi Tenggara, Riau, Sulawesi Utara, Kaltara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Timur. Dengan begitu, tersisa 10%-20% lokasi dari total 54 titik yang ditargetkan pemerintah.

“Rata-rata kondisinya sudah 70%-80%. Ada beberapa lagi kalau tadi sudah 32, jadi ada 40. Target kita yang 54, sisanya itu masih 10%-20% . Nah ini yang perlu koordinasi lebih baik lagi sehingga yang jumlahnya tadi 14 lagi itu perlu berbagai upaya, baik dengan pemda dan juga dari calon investor yang akan membangun,” ujar Hendry.

Untuk tahun depan, kata Hendry, akan dibangun lembaga penyalur daerah terpencil di 45 lokasi yang akan ditingkatkan hingga target terpenuhi di 2020. (Ant/Pra/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya