Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jonan Yakin 16.981 Unit Converter Kit BBG Tersalurkan di Akhir Tahun

Fetry Wuryasti
29/9/2017 15:25
Jonan Yakin 16.981 Unit Converter Kit BBG Tersalurkan di Akhir Tahun
(Ist)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyalurkan 1.375 paket conversi kit untuk bahan bakar gas (BBG) dari BBM ke LPG. Kali ini sasarannya nelayan kapal perikanan kecil di wilayah Kota Makassar.

Total sampai September, sekitar 40% dari rencana paket yang dianggarkan telah didistribusikan ke nelayan kecil di Indonesia.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pendistribusian itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, mengingat operasional nelayan menggunakan gas lebih hemat daripada BBM.

"Pembagian conventer kit ini sejalan merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo agar nelayan bisa melaut lebih murah,” ujarnya di Makassar, Jumat (29/9).

Dalam setiap unit paket terdiri dari dua tabung gas LPG 3 kg, 1 unit mesin kapal, 1 set converter kit, dan 1 set long tail dan propeller, dengan nilai Rp7,5 juta-Rp8 juta per unit paket. Masa kerja alat tersebut juga bertahan hingga 5-10 tahun.

Program pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG dikhususkan untuk nelayan kecil dengan aktivitas mencari ikan sekitar 10 jam perhari atau bisa disebut one day fishing.

Mereka biasanya menggunakan mesin penggerak maksimal 13 horse power (HP) yang merupakan mesin berbahan bakar bensin. Umumnya nelayan tersebut memiliki kapal di bawah atau sama dengan 5 Gross Tonage (GT). Syarat lainnya, yaitu alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan dan terakhir belum pernah menerima bantuan sejenis.

Manfaat ekonomi yang diimplementasikan dari converter kit ini besar. Penggunaan 1 tabung LPG 3 kg dapat disetarakan dengan 7 liter bensin. Apabila unsur subsidi ditiadakan dalam perhitungan keekonomian, maka perbandingan nilai pengeluaran yang menjadi beban nelayan adalah Rp33 ribu pada harga 3 kg LPG nonsubsidi berbanding dengan Rp52.500 pada harga 7 liter bensin nonsubsidi/Pertalite.

Untuk BBG, dalam sebulan nelayan hanya menghabiskan biaya Rp1 juta-Rp 1,4 juta. Sedangkan jika menggunakan BBM bisa menghabiskan Rp2 juta

“Penghematannya kalau dari konversi kit yang sudah berjalan di tahun 2016, dalam satu hari, nelayan bisa menghemat rata-rata Rp 40 ribu. Sehingga dalam sebulan nelayan bisa menghemat lumayan, sekitar Rp600 ribu sampai Rp1 juta. Ini tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan bagi nelayan. Kedua, menggunakan tabung LPG akan lebih aman,” ujar Jonan.

Pada tahun 2017, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM membagikan 16.981 paket senilai Rp 120,92 miliar. Dari jumlah itu, ada sekitar 40% yang sudah dibagikan atau sekitar 5.400 konverter kit. Wilayah menerima paket tersebut antara lain Sulawesi Selatan, Pasaman Barat, Padang, Banyuwangi, Demak, Tuban dan Lombok Barat.

Jonan meyakinkan bawah pada akhir Desember, sebanyak 16.981 paket unit terealisasi untuk disalurkan. Adapun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, converter kit yang akan dibagikan ada 40 ribu unit dengan anggaran sekitar Rp 500 miliar.

"Akhir tahun 16.981 converter kit bisa terealisasi," tutup Jonan. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya