Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Semen Indonesia Pilih Hendi Prio Santoso Jadi Nakhoda Baru

Adhi M Daryono
15/9/2017 19:39
Semen Indonesia Pilih Hendi Prio Santoso Jadi Nakhoda Baru
(Ist)

HASIL Rapat Umum Pemegang Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memutuskan Hendi Prio Santoso sebagai direktur utama perseroan, menggantikan Rizkan Chandra yang meninggal dunia pada 15 Juli 2017.

Selain menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, rapat juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan Penetapan Saham Seri A Dwiwarna Negara Republik Indonesia dan Standarisasi Anggaran Dasar BUMN Terbuka.

Kinerja penjualan domestik PT Semen Indonesia hingga Agustus 2017 tercatat tumbuh sebesar 4,1% atau sebesar 16,88 juta ton dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar 16,23 juta ton.

Peningkatan penjualan SI itu sangat dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi semen domestik hingga Agustus 2017 sebesar 5,7% atau 41,13 juta ton dibandingkan tahun lalu sebesar 38,92 juta ton. Permintaan yang cukup tinggi di Pulau Jawa, Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi penopang peningkatan konsumsi tersebut, khususnya permintaan semen untuk proyek–proyek infrastruktur.

Sementara itu, total penjualan semen perseroan (termasuk penjualan Thang Long Cement Vietnam dan ekspor semen) tumbuh 9,0% atau sebesar 19,96 juta ton ketimbang periode yang sama tahun lalu 18,30 juta ton. Hingga Agustus 2017, volume penjualan ekspor SI mencapai 1,25 juta ton atau naik 249,5% dari periode yang sama 2016 sebesar 360.417 ton.

Tujuan ekspor diantaranya ke negara Malaysia, Filipina, Timor Leste, Bangladesh, Maladewa, Srilanka, Kuwait serta Australia.

Menurut Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso, pada 2017 ini, penjualan semen di dalam negeri dan ekspor diperkirakan akan mencapai sekitar 68 juta ton. Sementara itu, kapasitas produksi domestik diperkirakan mencapai 100 juta ton, sehingga terdapat kelebihan pasokan semen di dalam negeri sekitar 30 juta ton atau 30% dari kapasitas nasional.

Dalam kondisi kompetisi domestik yang sangat ketat tersebut, perseroan masih mampu mempertahankan dominasi pangsa pasar dalam negeri sebesar 41,1%. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya