Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
LAYANAN pelanggan pada satelit Telkom 1 yang mengalami gangguan sejak 25 Agustus lalu akhirnya pulih dan beroperasi normal pada Minggu (10/9). Hal itu disampaikan Dirut PT Telkom Alex J Sinaga saat jumpa pers di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Jakarta, Selasa (12/9).
Dalam kesempatan itu, Alex mengatakan 81% layanan ATM sudah berhasil dilakukan rerouting. Adapun sisa 19 layanan lainnya dialihkan ke jalur fiber optic dan machine to machine. Ia menambahkan pihaknya melakukan dua tahap dalam memulihkan konektivitas layanan.
"Pertama penyediaan transponder pengganti dan tahap kedua melakukan repointing antenna ground segment untuk dialihkan atau diputar kembali dan disesuaikan dengan satelit pengganti yang baru. Sebanyak 11.574 sites layanan ATM maupun 3.445 sites non-ATM sudah pulih," ucapnya.
Selain itu, kata Alex, Telkom juga membuat posko pengawasan kestabilan konektivitas pasca-pulihnya layanan pelanggan Satelit Telkom 1 tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk memonitor stabilitas layanan sehingga jika terjadi gangguan lagi dapat diperbaiki dengan cepat. Namun, belum bisa dipastikan total biaya dan kerugian yang diderita sejak terganggunya satelit Telkom 1.
Dalam kesempatan yang sama, Menkominfo Rudiantara mengapresiasi langkah yang dilakukan Telkom memulihkan konektivitas layanan satelitnya.
Selanjutnya, kata Rudiantara, pemerintah bakal mendorong peluncuran orbit sebanyak-banyaknya. Pasalnya, kata dia, demand satelit di Indonesia lebih besar dari pasokan. Hanya sekitar 60% dari permintaan itu yang bisa terpenuhi.
"Kami harus dorong satelit sebanyak-banyaknya. Slot orbit untuk Indonesia ada 7. Ada beberapa yang sudah meminta tapi koordinasinya belum matang," ujarnya.
Kemenkominfo berencana menemui International Telecommunication Union (ITU) pada akhir bulan ini untuk memastikan slot orbit 108 derajat bujur timur yang digunakan pemerintah melalui Telkom agar tidak digunakan negara lain.
"Kita sudah berkorespondensi dengan ITU untuk memastikan bahwa slot orbit yang akan digunakan satelit Telkom yang akan nanti diluncurkan aman. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved