Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pemerintah dan Freeport menyepakati divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51%, BUMN pun menyatakan siap membeli saham Freeport tersebut.
Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro. Menurutnya, dana dari BUMN-BUMN sangat mampu untuk membeli saham Freeport.
"(Kemampuan dana BUMN) sangat mampu," ujar Aloysius di Kementerian BUMN, Selasa (29/8).
Nantinya, Kementerian BUMN akan membentuk special purpose vehicle (SPV) yang akan berada di bawah holding tambang gabungan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bukit Asam (Persero).
SPV inilah yang akan mengambil alih divestasi saham Freeport. Meski demikian, Aloy belum mengetahui berapa nilai valuasi saham Freeport. "Siapa yang bisa taksir angkanya?," kata Aloy.
Ia menyebut minat dari BUMN untuk membeli saham Freeport tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pada April 2016. "Bu Menteri (BUMN) sudah buat surat ke pemerintah April tahun lalu mengatakan bahwa BUMN berminat," ucapnya.
Adapun Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan kesepakatan antara pemerintah dan Freeport merupakan langkah positif. Terpenting, sudah ada komunikasi yang lancar, intensif, dan konstruktif antara kedua belah pihak.
Selanjutnya, Lembong menyebut kedua belah pihak harus mendetailkan hal-hal seperti harga divestasi dan parameter fiskal sebab investasi Freeport merupakan investasi jangka panjang dengan nilai lebih dari Rp200 triliun.
"Berarti kan balik modalnya puluhan tahun jadi perlu kepastian parameter fiskal karena kalau di tengah jalan berubah drastis maka hitungan investasi jangka panjang bisa kacau," pungkasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved