Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pasar Apartemen Prospektif di Kota Bisnis

Micom
28/8/2017 16:07
Pasar Apartemen Prospektif di Kota Bisnis
(Dok. Victoria Square)

POTENSI hunian vertikal terus berkembang di Kota Tangerang. Fenomena peralihan preferensi konsumen atas hunian dari wilayah Jakarta ke wilayah Banten, seirama dengan dinamika pertumbuhan kawasan bisnis dan industri kota.

Vice President Strategic Advisory Coldwell Banker Commercial Indonesia Dani Indra mengatakan Kota Tangerang kini bertransformasi menjadi Kota Seribu Industri Sejuta Jasa. Pertumbuhan kawasan bisnis dan industri sepanjang koridor jalan utama, seperti Jalan Gatot Subroto, berkorelasi dengan lonjakan jumlah penduduk dan permintaan hunian vertikal.

"Kota Tangerang merupakan kota terpadat di Provinsi Banten dengan 12.441 jiwa per km2. Angka ini belum termasuk peningkatan komuter setiap tahun mengingat konektivitas, fasilitas yang tersedia di kota penyangga Ibu Kota ini mudah dijangkau," ucap Dani.

Keberadaan Bandara Soekarno Hatta di Kota Tangerang, tambah Dani turut berperan memobilisasi penumpang, distribusi keluar masuk barang antardaerah dan negara di seluruh Indonesia.

"Rata-rata pendatang merupakan profesional asing yang siap bekerja di kawasan kota. Hanya hunian paling siap hunilah yang lebih menarik untuk ditempati pekerja tersebut. Apalagi huniannya berada satu kawasan pengembangan seksi sebagai ladang investasi," urai Dani.

Salah satu pelaku bisis properti di Tangerang, Chief Executive Officer Victoria Square, Hadi Kusuma, tak menampik Gatot Subroto merupakan jalan strategis nasional Kota Tangerang dalam sistem jaringan Daan Mogot, Serang Raya sebagai penghubung Ibu Kota yang terus berkembang.

"Berbagai aktivitas bisnis dan industri, terkonsentrasi sepanjang jalan ini. Peluang itu mendorong kami mengembangkan kawasan superblok Victoria Square," ujarnya yakin.

Ia mengklaim Victoria Square merupakan pionir kawasan hunian terpadu di koridor Gatot Subroto, Kota Tangerang. Dikembangkan secara bertahap tiga tower setinggi 20 lantai di lahan sekitar 2,5 hektare oleh konsorsium Pulan Intan dan Terry Palmer Group.

"Legalitas lahan pembangunan superblok Victoria Square, terjamin. Karena merupakan landbank Terry Palmer Group," tambahnya.

Sementara itu, untuk menjamin kualitas bangunan, menjaga nilai investasi properti bagi kenyamanan penghuni, Victoria bekerja sama dengan Coldwell Banker Commercial Indonesia sebagai building management.

Head of Marketing & Promotion Apartemen Victoria Square, Ferawaty Tanu Setiawan mengatakan tower pertama, Valencia, saat ini telah siap huni. menara itu terdiri dari 790 hunian, 12 ruko dan 30 kios di lantai satu dan dua bangunan menara. Total, 832 unit bersertifikat strata title.

"Hunian tipe studio habis pada tahun pertama launching. Sedangkan unit 2 dan 3 kamar berukuran 37,21 m2 dan 59,93 m2, dipasarkan kompetitif mulai Rp500 juta hingga Rp900 jutaan," ucap Fera.

Selama Agustus-September, masyarakat dapat memiliki unit Victoria Square melalui program ‘Rent To Own’. Masyarakat yang terbiasa membayar sewa/kontrak dapat memiliki unit 2 kamar dengan cicilan sekitar Rp4 jutaan per bulan.

"Sewa yang dicicil merupakan investasi untuk punya hunian. Jika harga sewa hunian perbulan sama atau hampir sama dengan beli cicilan kenapa harus terus menyewa," tambahnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya