Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jepang Akan Relokasi Pabrik Ikannya di Thailand ke Indonesia

Gabriela Jessica Restiana Sihite
25/8/2017 16:41
Jepang Akan Relokasi Pabrik Ikannya di Thailand ke Indonesia
(AFP PHOTO / FRED TANNEAU)

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah menerima keinginan Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Negeri Sakura tersebut berminat untuk merelokasikan pabrik ikannya yang saat ini ada di Thailand ke Indonesia.

Salah satu perusahaan Jepang tersebut ialah Itochu Corporation. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan perusahaan itu sudah mulai kehabisan bahan baku di pabriknya di Thailand. Karena itu, Itochu berminat untuk memindahkannya ke Indonesia guna terus melangsungkan usaha pengolahan ikan.

"Saya dapat kabar baik dari Jepang kalau salah satu perusahaan besarnya, Itochu, akan memindahkan pabrik pengolahan ikannya dari Thailand ke Indonesia. Mereka buka pabrik di sini karena butuh bahan baku, di sini sudah banyak," ucap Susi di kantornya, Jakarta, Jumat (25/8).

Menurutnya, hasil pemberantasan illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF) sudah membuahkan hasil yang dilihat oleh dunia internasional. Dari larangan operasional kapal ikan asing dan eks asing di wilayah perairan Indonesia, stok ikan bertambah dari 6,5 juta ton pada 2014 menjadi 12,5 juta ton pada tahun ini.

Dilansir dari situs resminya, Itochu Corporation merupakan perusahaan Jepang yang didirikan pada 1858. Lini bisnis utama Itochu bergerak di bidang perdagangan, ekspor, dan impor untuk produk tekstil, mesin, energi, kimia, pangan, teknologi komunikasi dan infomatika, logam, dan keuangan. Di Indonesia, Itochu memiliki anak usaha, yakni PT Aneka Tuna Indonesia yang sudah membangun dua buah pabrik.

Untuk rencana pabrik hasil relokasi dari Thailand, Susi mengatakan Jepang ingin lebih berfokus pada gurita. "Sebenarnya macam-macam yang mereka inginkan. Ada tuna, kakap, udang, tapi gurita yang sangat dicari oleh orang Jepang. Saat ini gurita yang paling banyak ada di Indonesia. Di Afrika sudah hampir habis," tukasnya.

Pabrik relokasi itu rencananya akan dibangun di beberapa wilayah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Namun, pihak Jepang belum menyebut rencana detil lokasi dan nilai investasinya. Pada September mendatang, Jepang akan mengunjungi Indonesia untuk membicarakan rencana tersebut lebih detil.

Selain Itochu, grup besar Jepang, Mitsubishi Corporation juga melirik sektor perikanan Indonesia. Mereka ingin berinvestasi di Indonesia untuk sektor perdagangan ikan tuna dan budidaya.

"Kemarin saya baru meeting dengan mereka di sini dan mereka didukung oleh pemerintah Jepang. Mereka inginnya trading tuna, tapi nanti ada teknologi dan budidaya dari mereka. Yang penting minat investasi mereka harus dijaga betul, jangan sampai mereka malah ke negara lain," papar Sekretaris Jenderal KKP Rifky Hardijanto.

Namun, ekspor-impor ikan dari Indonesia ke Jepang masih memiliki tantangan. Bea masuk impor ikan ke Negeri Sakura tersebut dikenakan hingga 7%. Sedangkan bea masuk impor ikan dari Thailand ke Jepang 0%.

Tarif itu yang dinilai Rifky perlu diturunkan agar harga produk ikan Indonesia kompetitif ketimbang negara lainnya. "Kita akan diskusikan tarif ini G to G, tapi mestinya yang mendorong itu dari pengusaha Jepang sendiri. Ini harus dimanfaatkan karena kuota tuna kita sudah termasuk banyak dari negara lain, hanya logistiknya yang belum memadai, sehingg banyak yang terbuang. Kan sayang," imbuhnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya