Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Semen Indonesia Yakin Produksi Semen 2017 Tumbuh 4%

RO/Micom
23/8/2017 18:58
Semen Indonesia Yakin Produksi Semen 2017 Tumbuh 4%
(Ist)

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk optimistis mampu meraih pertumbuhan produksi semen hingga 4% jika dibandingkan tahun lalu. Faktor pendorongnya ialah Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (RPJMP) periode 2015-2019 pemerintah yang menargetkan pembangunan jalan baru 2.650 km, jalan tol 1.000 km, dan pemeliharaan jalan 46.770 km.

Selain itu, untuk infrastruktur penerbangan, pemerintah berencana membangun 15 bandara baru dan pengembangan bandara untuk pelayanan kargo udara. Pemerintah juga akan membangun 14 kawasan industri baru di luar Pulau Jawa serta pembangunan kawasan-kawasan industri sebagai infrastruktur industri di Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI).

Hal itu diungkapkan Direktur Produksi dan Strategi Bisnis PT Semen Indonsia (Persero) Tbk Johan Samudra saat Public Expose Marathon yang digelar Selasa (22/8) di Universitas Diponegoro, Semarang.

"Saat ini pemerintah juga mendorong pertumbuhan sektor properti, salah satunya adalah penyediaan perumahan bagi masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Hal itu tentu mendorong peningkatan permintaan semen," ungkapnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, sambung Johan, Semen Indonesia terus melakukan ekspansi demi memenuhi permintaan pasar domestik serta mempertahankan pangsa pasar sekitar 41,7% dari total penjualan semen nasional. Pada 2017, perseroan menargetkan produksi semen 27,4 juta ton atau meningkat 4% dari sebelumnya 26,36 juta ton pada 2016.

"Semen Indonesia memiliki berbagai keunggulan kompetitif dalam persaingan industri semen nasional, antara lain memiliki 4 integrated plant, 2 grinding plant, 24 packing plant, serta didukung oleh 30 gudang penyangga, dan 12 pelabuhan khusus," ujar Johan.

Untuk memenuhi pertumbuhan permintaan semen, saat ini Semen Indonesia tengah menyelesaikan berbagai proyek strategis, di antaranya penyelesaian Pabrik Indarung VI dan Pabrik Rembang. Dengan selesainya 2 pabrik tersebut, Semen Indoensia akan mendapatkan tambahan kapasitas 6 juta ton semen per tahun.

Selain itu, Perseroan juga tengah menyelesaikan pembangunan grinding plant di Banten, pembangunan pembangkit listrik bertenaga panas buang yang ramah lingkungan di Tuban dengan kapasitas 30,6 Mw. Untuk mendukung program peningkatan kapasitas, Semen Indonesia akan membangun pabrik baru di Aceh dan Kupang.

Pada Semester I 2017, perseroan mencatat pendapatan Rp12,7 triliun atau tumbuh 2% dari tahun sebelumnya Rp12,47 triliun (yoy). EBITDA perseroan sebesar Rp2,65 triliun atau turun dari sebelumnya Rp3,41 triliun (yoy).

"Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp1,10 triliun atau turun dari sebelumnya Rp1,99 triliun (yoy)," pungkas Johan. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya