Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kementan Kenalkan Padi Varietas Terbaru Berkemampuan Amfibi!

Andhika Prasetyo
21/8/2017 17:36
Kementan Kenalkan Padi Varietas Terbaru Berkemampuan Amfibi!
(ANTARA)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan), Senin (21/8), secara resmi memperkenalkan varietas padi baru yakni Inpari 42 Agritan Green Super Rice (GSR) dan Inpari 43 Agritan GSR. Dua varietas itu diklaim memiliki daya hasil tinggi dan lebih ramah lingkungan karena tidak memerlukan banyak penggunaan pestisida, pupuk kimia, dan air.

Di samping itu, varietas padi GSR juga mampu berproduksi tinggi dalam kondisi sub-optimum, seperti kekeringan dan kebanjiran atau memiliki kemampuan amfibi. Oleh karena itu varietas padi tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah yang muncul akibat perubahan iklim global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan varietas baru tersebut memiliki potensi hasil sekitar 10 ton per hektare pada kondisi uji multilokasi. Potensi untuk mendapatkan hasil lebih tinggi bisa didapatkan jika kondisi lingkungan lebih optimal bagi tanaman.

Pada kondisi optimal, kedua varietas tersebut mampu menghasilkan 5,2 ton gabah per ha dan 6,71 ton gabah per ha, lebih tinggi daripada varietas Ciherang yang hanya mampu memberikan hasil 4,7 ton gabah per ha.

Inpari 42 dan 43 Agritan GSR, juga memiliki randemen beras tinggi hingga di atas 65% dengan penampilan beras bening seperti kristal dan rasa nasi pulen yang disukai sebagian besar masyarakat Indonesia.

Benih sumber varietas Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR telah diprodukdi di Unit Produksi Benih Sumber Balai Besar (UPBS BB) Padi dan didistribusikan kepada pihak-pihak terkait, seperti UPBS BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, serta produsen benih.

Hingga Juli 2017, UPBS BB Padi telah mendistribusikan benih sumber Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR masing-masing sebanyak 1,4 ton dan 1,3 ton ke beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Diharapkan benih tersebut dapat disalurkan dengan maksimal dan memberikan dampak kepada kesejahteraan petani,” ujar Amran di Kantornya, Jakarta, Senin (21/8).

Sektor perbenihan saat ini memang menjadi hal yang tengah dikuatkan pemerintah. Pada tahun depan, Kementan mengalokasikan dana sebesar Rp5,5 triliun khusus untuk pengadaan benih berkualitas. Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun ini yang hanya Rp2,4 triliun. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya