Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

REI DKI Susun Blue Print Jakarta Menuju Kota Kreatif

Micom
18/8/2017 16:59
REI DKI Susun Blue Print Jakarta Menuju Kota Kreatif
(Cosmas Batubara, Menteri Perumahan Rakyat periode 1978-1988. DOK MI/ATET DWI PRAMADIA)

PEMERINTAH dan organisasi perusahaan Realestat Indonesia (REI) harus mampu menjalin sinergi. Pemerintah bisa menggunakan REI untuk menyampaikan kebijakannya melalui para anggotanya. Sebaliknya, REI yang menampung aspirasi anggotanya, dapat menyalurkan keinginannya kepada pemerintah.

"Komunikasi yang baik antara REI dengan pemerintah bisa mempercepat penanganan masalah perumahan," kata Cosmas Batubara, Menteri Perumahan Rakyat periode 1978-1988, menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) REI DKI Jakarta ke-9 yang bakal berlangsung 23 Agustus 2017.

Terlebih di Ibu Kota, peran serta REI DKI Jakarta menurutnya sangat vital dalam mendukung pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengingat status yang disandang Jakarta sebagai Ibu Kota negara dan pusat bisnis.

Salah satu yang mesti difokuskan di Jakarta, kata Cosmas, ialah program peremajaan kota (urban renewal) melalaui pembangunanm rumah susun yang masif.

"Urban renewal bisa menjawab masalah kelangkaan tanah di kota besar. Bisa bangun kampung bersusun. Artinya, perilaku dan tradisi masyarakat kampung tidak hilang. Antara rusun satu dan lainnya bisa saling terhubung. Jika ini dapat diwujudkan, wajah kota akan lebih indah," tambahnya.

Hal yang sama juga diharapkan oleh Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan (HUD Institute) Zulfi Syarif Koto. Ia berharap dalam setiap rekomendasi yang dihasilkan REI, jangan pernah meninggalkan masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemprov sebagai dirigen dan REI sebagai mitra kerja harus punya keberpihakan pada MBR dan masyarakat miskin perkotaan dengan menciptakan tata ruang yang berkeadilan.

"Pengusaha itu harus untung supaya makin banyak yang bisa dibangun. Namun jangan pernah meninggalkan kewajiban untuk perumahan MBR hanya karena aturan yang ada punya kelemahan," pesannya.

Adapun Ketua Kehormatan REI Lukman Purnomosidi berharap Jakarta menjadi ‘Kota Kreatif’ kelas dunia seperti Sydney, Toronto, Tokyo atau Seoul. Modal Jakarta untuk itu, menurutnya, sudah lebih dari cukup terutama Jakarta yang kaya akan talenta-talenta kreatif serta aset ragam budaya yang luar biasa kaya.

"Saya berharap REI DKI sebagai kumpulan para profesional dan enterpreneur dapat merumuskan Blue Print Pembangunan Jakarta untuk masukan ke Pak Gubernur," imbuh Ketua DPP REI periode 2004-2007 itu.

Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman mengatakan, cetak biru Pembangunan Perumahan Jakarta 2017-2022 yang akan disampaikan sebagai masukan kepada Gubernur DKI Jakarta seusai Musda bertujuan agar Jakarta sebagai Ibu Kota negara mempunyai arahan pembangunan daerah yang jelas dan tegas sehingga memberi kepastian hukum dan merangsang tumbuhnya investasi baru.

"Sebagai kota besar dengan lebih dari 10 juta penduduk, Jakarta tak hanya berkembang sebagai pusat ekonomi Indonesia, tapi juga menjadi pusat ekonomi dunia. Itu sebabnya Blue Print Pembangunan Perumahan Jakarta 2017-2022 sangat diperlukan," jelasnya.

Blue print lanjut Amran, tidak hanya menyangkut sektor perumahan dan properti terkait, tapi juga soal kepastian hukum, infrastruktur transportasi, dan penyediaan utilitas kota. REI DKI Jakarta jelas sangat berkeinginan membantu dan mendukung pemerintah kota dalam menata Jakarta menjadi lebih baik," pungkas Amran. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya