Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Skytrain Soekarno-Hatta Mulai Diuji Coba

Antara
15/8/2017 20:27
Skytrain Soekarno-Hatta Mulai Diuji Coba
(ANTARA FOTO/Muhammad Iqba)

KERETA tanpa awak untuk transportasi antarterminal (skytrain) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai diuji coba selama satu bulan sejak 13 Agustus 2017.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam peninjauan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (15/8) mengatakan uji coba itu dilakukan pada trek A yakni dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya.

Dia mengatakan setelah masa uji coba selesai maka pada pertengahan September, skytrain akan dioperasikan untuk melayani perpindahan penumpang di kedua terminal tersebut.

Tahap I pengoperasian skytrain memang baru melayani trek A sepanjang 1.700 meter untuk kemudian tahap selanjutnya adalah menghubungkan Terminal 1, 2, 3, dan bangunan terpadu (integrated building) yang juga terkoneksi dengan stasiun kereta bandara. Total panjang lintasan dual track mencapai sekitar tiga kilometer.

"Pemerintah berharap agar skytrain ini dapat segera dioperasikan dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan serta pelayananan. Kehadiran Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta ini dapat menjadi percontohan bagi bandara lainnya agar semakin berkembang khususnya demi meningkatkan pelayanan," katanya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan uji coba skytrain merupakan sinergi BUMN yang melibatkan tiga pihak yakni PT Wijaya Karya yang melakukan uji fungsi dan pengoperasian lintasan Track A, kemudian PT LEN dan Woojin yang menguji fungsi dan pengoperasian kereta dan PT Angkasa Pura II yang menguji prosedur operasi standar serta prosedur perawatan standar.

"Kami berharap pada masa uji coba ini segala kemungkinan dapat dipelajari sehingga pada tahap pengoperasian dengan penumpang, pelayanan dapat tetap terjaga," katanya.

Awaluddin menuturkan beroperasinya skytrain akan meningkatkan standar pelayanan dan membuat daya saing Bandara Internasional Soekarno-Hatta meningkat untuk dapat berkompetisi dengan bandara-bandara terbaik di dunia atau pun kawasan regional ASEAN.

"Kami informasikan juga bahwa penggunaan skytrain oleh penumpang pesawat atau pengunjung bandara sama sekali tidak dikenakan biaya tambahan," katanya.

Proyek skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini sekaligus menjadi inisiator kereta tanpa awak di Indonesia. Sebelumnya, di Indonesia belum pernah ada kereta angkutan penumpang yang beroperasi tanpa awak.

Total, nilai investasi untuk proyek skytrain ini mencapai sekitar Rp950 miliar yang digunakan untuk pengadaan rangkaian kereta dan pembangunan infrastruktur di bandara.

Nantinya apabila sudah beroperasi secara penuh dalam menghubungkan Terminal 1, 2, 3, dan bangunan terpadu skytrain ini akan terdiri dari sedikitnya tiga rangkaian kereta dengan jarak antarkereta lima menit dan waktu tempuh seluruh rute sekitar tujuh menit. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya