Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) telah menahan suku bunga acuan atau 7 days repo rate di angka 4,75% dalam 10 bulan. Dengan kondisi ekonomi yang mulai membaik dan inflasi terjaga, BI pun membuka peluang penurunan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) minggu depan.
Meski demikian, peluang penurunan itu akan dilakukan dengan tetap melihat realisasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengungkapkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang membahas suku bunga acuan akan dilakukan pada 21 dan 22 Agustus 2017 mendatang.
"Nanti kita lihat (berapa suku bunga acuan) di RDG-nya tanggal 21-22 Agustus minggu depan," ujar Agusman di Jakarta, kemarin.
Sejauh ini, kata Agusman, BI masih menghitung kondisi ekonomi Indonesia secara komprehensif selain dari sisi tingkat inflasi yang makin terjaga. Komposisi di makro dan moneter bakal menjadi pertimbangan BI untuk menurunkan atau menaikkan suku bunga.
"Jadi kalau memang data-datanya mendukung ya pasti dilakukan, dan memang itu kita harus lihat datanya seperti apa. Kalau misalnya inflasi terkendali, kemudian rupiah juga terjaga, ekonomi domestik baik, itu (penurunan suku bunga) akan dilakukan," jelasnya.
Sebelumnya Dewan Gubernur BI memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan pada RDG Juli 2017 lalu. Langkah BI itu sejalan dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Suku bunga deposit facility juga tetap sebesar 4% dan lending facility 5,50%.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penurunan suku bunga acuan mampu mendorong daya beli masyarakat yang pada semester I 2017 tidak sesuai harapan.
Peningkatan daya beli diharapkan membantu pergerakan ekonomi pada semester II 2017, di samping pemerintah juga bakal meningkatan belanja pemerintah.
"Pronya adalah inflasi kita relatif lebih terjaga, nah itu bisa lebih ke arah pelonggaran (suku bunga acuan). Bagaimana realisasinya itu tergantung Bank Indonesia nyalinya kayak apa," ucapnya
Meski demikian Darmin yakin jika target pertumbuhan ekonomi 5,2% pada APBN-P 2017 akan mampu dicapai. "Kita fight untuk bisa mendapatkan 5,2%," tegas Darmin. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved