Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Batam memerlukan tindakan nyata dari pemerintah pusat untuk mengendalikan FTZ seperti sediakala. Sebab, semua masalah tentang FTZ sudah diserahkan seluruhnya ke pemerintah (pusat) namun sejauh ini tidak ada tanggapan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudhi Kurnain mengatakan itikad baik pemerintah untuk menyelesaikan masalah FTZ Batam harus jelas tidak mengambang seperti saat ini. Akibatnya Batam menjadi terpuruk secara ekonomi.
"Semuanya sudah kami serahkan kepada pemerintah pusat. Tinggal bagaimana pemerintah pusat menampung aspirasi masyarakat Batam. Mulai dari pengusaha sampai pejabat pemerintahan di daerah ini, telah menjelaskan kepada pemerintah pusat," katanya kepada Media Indonesia, Kamis 10/8.
Menurut dia, penurunan ekonomi yang drastis di Batam karena pemerintah pusat tidak serius menggarap FTZ secara cepat, dan terkesan membiarkan. Hal ini menyebabkan keraguan pihak asing dan investasi asing di Batam. Bahkan mereka merelokasi usahanya karena merasa tidak ada perhatian serius dari pemerintah.
Sementara itu, mantan ketua BP Batam Mustafa Wijaya tidak mau banyak berkomentar soal FTZ sebab bukan kompetensinya menilai berhasil atau tidaknya FTZ Batam.
Akan tetapi, dia memberikan masukan bahwa kunci keberhasilan FTZ sebelumnya berkat pengalaman 34 tahun ikut dalam menggawangi FTZ tidak lain adalah masalah komunikasi yang baik.
"Keberhasilan FTZ merupakan penerapan seni komunikasi yang apik ketika itu. Kamu bekerja keras untuk saling interkoneksi satu dengan yang lainnya. Bahkan investor memuji cara penanganan cepat dalam kami menyelesaikan masalah ketika itu," paparnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved