Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Genjot Hortikultura, Pemerintah Anggarkan Rp5,5 Triliun

Ruta Suryana
04/8/2017 15:59
Genjot Hortikultura, Pemerintah Anggarkan Rp5,5 Triliun
(ANTARA/Zabur Karuru)

GUNA menggenjot produksi hortikultura dan perkebunan strategis, pemerintah tengah menyiapkan dana sebesar Rp5,5 triliun. Sejumlah daerah sudah ditentukan untuk mengembangkan jenis komoditas yang dianggap sesuai dengan daerah.

"Mulai sekarang perintah Bapak Presiden kita siapkan anggaran Rp5,5 triliun untuk hortikultura dan pekebunan strategis untuk sejahterakan petani," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai memberikan kulih umum di Universitas Udayana di kampus Jimbaran, Badung Bali, Jumat (4/8).

Dalam pengembangan hortikultura tersebut, kata Amran, sudah ditentukan sejumlah daerah untuk jenis komoditas tertentu yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya. Misalnya untuk komoditas kopi di Aceh dan Bengkulu, cengkeh dan mete di Maluku, pala dan kelapa di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara.

Untuk mendukung keberhasilan program ini, pemerintah akan memulai dari pemberian bibit unggul secara gratis dan disertai dengan pendampingan dari kalangan kampus, hingga perbaikan manajemen.

"Kita akan kawal pemberian bibit unggul gratis, juga ada pendampingan dari dosen dan mahasiswa," ujar Amran Sulaiman.

Khusus untuk produksi kopi, pemerintah menargetkan kembali untuk menjadi produsen terbesar kedua di dunia. Saat ini Indonesia di peringkat keempat di bawah Vietnam, padahal sebelumnya Vietnam berguru ke Indonesia.

"Dalam tiga hingga empat tahun (ke depan) kita targetkan jadi peringkat dua produksi kopi," ujar Amran. Untuk bisa mencapai itu, kini ditargetkan produksi kopi naik jadi satu ton perhektare pertahun dari yang saat ini hanya 0,6 ton.

Bahkan setelah mampu berproduksi satu ton akan ditingkatkan lagi jadi 1,5 ton perhektare pertahun. Angka ini masih dianggap realistis karena sebagai perbandingan Vietnam mampu menghasilkan 2,5 ton perhektare pertahun. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya