Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Naikan Komponen Lokal Listrik, Indonesia Power Gandeng Barata

Cahya Mulyana
04/8/2017 11:15
Naikan Komponen Lokal Listrik, Indonesia Power Gandeng Barata
(ANTARA/Aditya Pradana Putra)

PT Barata Indonesia (Persero) digandeng anak perusahaan PT PLN (Persero), PT Indonesia Power untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) melalui komponen-komponen lokal dan layanan maintenance pembangkit listrik di lingkungan PT Indonesia Power.

"Kerja sama ini upaya meningkatkan peran industri dalam negeri dalam pembangunan. Kebijakan pemerintah tentang lokal konten sangat tepat karena dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," ujar Direktur Utama PT Barata Indonesia Silmy Karim seusai tanda tangan MoU dengan PT Indonesia Power, di Jakarta, Kamis (3/8).

Silmy mengatakan upaya yang dilakukan PT Barata Indonesia untuk menyukseskan program nasional megaproyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt adalah bekerja sama dengan beberapa perusahaan pemegang teknologi untuk mencapai performa pembangkit listrik yang dibangun. Salah satunya yaitu menjalin kerja sama dengan PT Indonesia Power.

Langkah itu tidak lain untuk mengimplementasi pesan Presiden Joko Widodo yang menghendaki peningkatan TKDN. Potensi di bidang ketenagalistrikan sangat besar khususnya dalam proyek pembangkit listrik 35 ribu MW. Jika ini dapat dimanfaatkan akan berdampak sangat besar yaitu mempercepat kemandirian perusahaan dalam negeri.

Barata, lanjut dia, berkomitmen untuk menyediakan lokal konten dan mencari partner yang memiliki semangat yang sama membumikan teknologi nasional. "Ketika semuanya semangat menggunakan lokal konten maka Indonesia bisa mandiri, karena akan tumbuh industri pendukung, menambah penerimaan pajak, dan memiliki industri berteknologi tinggi."

Menurut Silmy, PT Barata Indonesia telah memiliki pengalaman di bidang pembangkit tenaga listrik, baik dalam manufaktur komponen-komponen BOP maupun dalam menyelesaikan pembangunan PLTU, PLTG dan PLTMH. Proyek yang sedang dikerjakan saat ini adalah PLTU 2 NTB 2x25 MW di Lombok, NTB. Ditargetkan 2 unit paket 25 MW tersebut segera bisa menyuplai listrik ke masyarakat pada triwulan III tahun 2017 ini.

Melalui kerja sama dengan Indonesia Power, kata Silmy, Barata akan melakukan perawatan dan menyediakan komponen untuk PLTU yang dikelola Indonesia Power. Secara bertahap, Barata akan mulai melakukan perawatan dan menyediakan komponen sebanyak 20% untuk pembangkit yang dikelola Indonesia Power.

Direktur Utama PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani mengatakan bahwa tugasnya selaku anak PLN menyukseskan program 35ribu MW. Pihaknya mengapresiasi Barata yang memiliki roadmap, memiliki teknologi tinggi untuk diimplementasikan di dalam negeri.

"Tantangannya dan size-nya luar biasa 35 Mw kalau tidak dimulai dengan lokal konten, transfer teknologi maka kita akan tetap menjadi penonton. Maka upaya sinergi kami antar BUMN ini diharapkan mampu membuktikan kualitas anak bangsa untuk mengelola ketenagalistrikan yang sangat besar potensinya," jelasnya.

Ia menjelaskan, nilai perawatan mencapai 12% dari biaya produksi listrik atau menelan lebih dari Rp2 triliun setiap tahunnya. Kesempatan ini sangat baik jika diambil oleh perusahaan dalam negeri dan menggunakan komponen lokal.

Sejauh ini Indonesia Power mengelola hampir 15000 MW dari 51000 MW milik PLN di 22 lokasi. Dari jumlah tersebut terdapat sekitar 132 mesin dengan satu lokasi pembangkit bisa memiliki 2 sampai 7 mesin. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya