Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Industri Butuh Teknologi Big Data Analytics

Putra Ananda
04/8/2017 09:45
Industri Butuh Teknologi Big Data Analytics
(ANTARA/Audy Alwi)

PELAKU industri harus mengadopsi teknologi big data analytics untuk mengolah data yang tidak terpakai agar data-data itu bisa lebih dimanfaatkan. Salah satunya bisa menjadi strategi marketing digital yang efektif kepada pelanggan dan memahami pola kebiasaan pelanggan lebih baik sehingga mendapatkan profit.

Presiden Director of Teradata Indonesia, Erwin Achir mengemukakan saat ini industri harus mengikuti perkembangan zaman dengan cara melakukan transformasi digital. Menurutnya, salah satu teknologi yang dapat diadopsi industri adalah big data analytics karena mendatangkan banyak manfaat seperti loyalitas pelanggan melalui analisa data yang tidak terpakai oleh industri.

"Teknologi big data analytics ini dapat membaca pola kebiasaan pelanggan hanya melalui analisa data yang sudah tidak terpakai. Jadi daripada industri membuang puluhan juta data setiap harinya, lebih baik dimanfaatkan agar industri itu semakin baik," tuturnya di Jakarta, Jumat (4/8).

Dia mengatakan Teradata juga telah mengembangkan teknologi big data analytics menjadi platform perangkat lunak untuk mengelola lautan data milik industri yang tidak terpakai.

"Kami sudah memperkenalkan open source Kylo yaitu platform perangkat lunak pengelolaan jutaan data yang dibangun dengan menggunakan kemampuan open source terbaru seperti Apache Hadoop dan Apache Spark dan Apache NiFi," katanya.

Platform Kylo juga dapat membantu industri dalam menghadapi tantangan yang seringkali terjadi seperti kurangnya ketampilan insiyur dan administrator dalam mengoperasikan perangkat lunak, mendorong adopsi lautan data yang tidak dipahami oleh sumber daya manusia, dan menerapkan praktek terbaik dalam mengelola data tidak terpakai yang jumlahnya ada jutaan.

"Kylo merupakan proyek open source yang diprakarsai Teradata dan berada di bawah payung lisensi Apache 2.0 Kyle. Platform ini berevolusi dari kode yang berasal dari aktivitas lautan data yang dipimpin oleh Think Big Analytics," ujarnya.

Sementara itu, Regional Services Director Asia South Area dan Korea Think Big Analytics, Stepan Korec, mengatakan penerapan teknologi perangkat lunak open source saat ini memiliki daya tarik bagi industri yang mencari kebebasan, pembelajaran kooperatif, eksperimen, dan fleksibilitas untuk penerapan sesuai selera masing-masing pengguna.

Ia menjelaskan fokus utama perusahaannya adalah untuk membantu industri dalam menciptakan nilai bisnis melalui analisis, bukan kemampuan komoditas. Kylo mampu menghilangkan hambatan dalam menggunakan data untuk memecahkan masalah bisnis yang kompleks.

"Kami menghilangkan hambatan untuk menggunakan data dalam memecahkan masalah bisnis yang kompeks dan mendorong penguna analisis untuk berkontribusi pada komunitas Kylo yang terus tumbuh," tandasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya