Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Harga Beras dan Gabah Turun, tak Terkait Isu Beras

Andhika Prasetyo
01/8/2017 15:59
Harga Beras dan Gabah Turun, tak Terkait Isu Beras
(ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

BADAN Pusat Statistik (BPS), Selasa (1/8), mengumumkan perkembangan harga gabah periode Juli 2017. Secara umum, harga gabah baik gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) turun ketimbang bulan sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, harga GKP di tingkat petani pada Juli sebesar Rp4.483 per kilogram, turun 0,99% dari harga Juni yang mencapai Rp4.528 per kg.

Harga GKG di tingkat petani juga mengalami penurunan sebesar 1,92% dari Rp5.564 per kg pada Juni menjadi Rp5.457 per kg pada Juli.

Di tingkat penggilingan, harga GKP dan GKG juga terpantau menurun. Tercatat, GKP pada Juli sebesar Rp4.570 per kg, lebih rendah 0,98% dari bulan sebelumnya Rp4.615. Adapun, GKG, yang pada Juni mencapai Rp5.677 merosot 2,26% dan menyentuh angka Rp5.549 per kg pada Juli.

Tidak hanya gabah, harga beras di tingkat penggilingan secara umum juga turun. Untuk level premium, harga beras turun 0,64% dari Rp9.444 per kg pada Juni menjadi Rp9.384 per kg pada Juli.

Begitu pun jenis medium yang tercatat sebesar Rp8.744 per kg, lebih rendah 0,58% dari bulan sebelumnya yakni Rp 8.794 per kg.

Penurunan harga gabah dan beras untuk berbagai jenis di semua tingkatan jelas memberikan pengaruh terhadap harga beras di level grosir yang rata-rata turun hingga 15% pada Juli dari bulan sebelumnya.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir mengungkapkan penurunan harga yang terjadi pada gabah dan beras tidak terkait dengan isu di sektor perberasan yang terjadi baru-baru ini.

“Saya pikir ini tidak ada kaitannya. Data BPS ini kan Juli keseluruhan, sementara yang kasus beras kemarin itu sudah tanggal 20 (Juli) dan kemarin juga sudah reda,” ujar Winarno kepada Media Indonesia, Selasa (1/8).

Menurutnya, harga turun disebabkan masih adanya hujan-hujan selingan di beberapa daerah yang menjadi sentra produsen beras. Tetapi, lanjutnya, itu juga tidak berpengaruh besar karena pada dasarnya harga rata-rata GKP di tingkat petani masih jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang dipatok Rp3.700 per kg.

"NTP juga tercatat naik. Itu tandanya petani mendapatkan harga yang bagus untuk menjual hasil produksi mereka," tandas Winarno. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya