Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK usaha Pertamina, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), dalam waktu dekat akan mengakuisisi terminal BBM milik Shell di Gresik. Saat ini Patra Niaga sedang melakukan finalisasi atas rencana tersebut.
“Satu sampai dua bulan diharapkan rampung. Saat ini kita negosiasi final dengan pemilik tangki yakni Shell. Mudah-mudahan dua bulan ke depan akan selesai,” kata Direktur Utama PPN Gandhi Sri Widodo di Jakarta, kemarin.
Pihaknya telah menyiapkan dana hingga US$40 juta untuk akuisisi itu. Dana akuisisi diambilkan dari pos belanja modal atau capital expenditure (capex) yang tahun ini besarannya mencapai Rp1 triliun.
Direktur Administrasi dan Keuangan PPN Said Reza Pahlevy mengungkapkan kapasitas terminal BBM yang akan dibeli PPN itu memiliki kapasitas 35 ribu kiloliter. Akuisisi terminal BBM itu akan mengoptimalkan pendistribusian BBM untuk wilayah Indonesia bagian timur, terutama Bali.
Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan BBM di Bali, induk usaha PPN yakni Pertamina menggunakan floating storage dengan biaya yang cukup mahal. “Kalau itu kita pindahkan ke Gresik, Pertamina bisa hemat 50% karena mereka bisa sewa ke kita,” ujar Reza.
Dirut Operasi PPN Abdul Cholid memaparkan pihaknya saat ini menyiapkan skema stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) skala kecil atau mini.
“SPBU mini ini tidak seperti yang bensin jualan eceran, tapi resmi dan menggunakan dispen-ser resmi yang memiliki standar keamanan,” kata Abdul Cholid.
Ia menjelaskan setidaknya akan ada satu dispenser yang melayani penjualan pertalite dan pertamax series sebab SPBU mini itu ditargetkan untuk pengguna sepeda motor.
Nilai investasinya diperkirakan berkisar Rp1 miliar. Namun, itu belum hitungan akhir, masih perlu mematangkan berbagai pertimbangan. Adapun nilai investasi SPBU ukuran normal bisa mencapai Rp6 miliar.
Titik lokasi ditargetkan seluruh Indonesia, yakni yang tidak bisa dijangkau truk pengisi BBM berukuran besar, tetapi lokasi tersebut dianggap berpotensi ramai lalu lintasnya.
“Ini masih kami uji dan tinjau, nanti juga akan ada masa percobaan sebab hal ini bertujuan mengurangi BBM ilegal yang dijual eceran tidak resmi di sepanjang jalan,” tuturnya.
Pengelolaan SPBU mini akan diserahkan kepada pihak swasta. PPN hanya bertugas untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM.
Meski bisnis terbesar mereka saat ini ialah melayani pelanggan industri, PPN juga ikut terlibat dalam pendistribusian BBM dalam program satu harga. “Kita ikuti penugasan yang diberikan ke Pertamina,” ujar Gandhi.
Dalam tiga tahun terakhir laba perusahaan terus meningkat dari US$37 juta pada 2014 menjadi US$96 atau Rp1,3 triliun pada 2016. Diharapkan, dalam tiga tahun ke depan laba mencapai sekitar Rp4 triliun. (MTVN/Ant/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved