Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan studi teknis lebih lanjut selain pembicaraan terkait pencairan pendanaan pembangunan.
Pasalnya, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tanah sepanjang Jakarta-Bandung yang akan dijadikan lintasan rel kereta cepat merupakan tanah yang rawan terhadap pergeseran tanah.
Ia menyebut sebelumnya juga sudah mengusulkan ada tinjauan teknis lanjutan terhadap jalur Jakarta-Bandung yang jalur rawan dengan gerakan tanah.
"Kemarin Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China datang ke saya, mereka sudah memakai syarat saya memakai Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan sebagai studinya. Sekarang sedang direview oleh komisi itu, mungkin segmen per segmen. Kalau itu sudah approve baru boleh dilaksanakan dan itu disetujui oleh Presiden," kata Basuki di Kementerian PUPR, Selasa (25/7).
PT KCIC lanjut Basuki meminta agar pada pertengahan Agustus nanti hasil studi dari Komisi Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan sudah selesai dan mengeluarkan rekomendasi.
"Tapi yang penting sudah dilaksanakan secara teknis. Tidak hanya financing saja, tidak hanya Rp70 trilun yang loan-nya belum cair saja (yang dilihat), tapi teknisnya dilihat. Dengan komisi ini yang saya BKO-kan ke Kemenhub, hanya saya yang nanti menyertifikasi," tandasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved