Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Laba dan Kredit BTN Lampaui Rerata Industri

Raja Suhud
25/7/2017 09:42
Laba dan Kredit BTN Lampaui Rerata Industri
()

PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk pada semester I-2017 telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp177,4 triliun, atau naik 18,81% secara tahunan (yoy) dari Rp149,31 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit itu jauh di atas rerata industri yang tumbuh sekitar 8,7% berdasarkan data OJK per Mei 2017.

"Pertumbuhan kredit didorong penyaluran kredit sektor perumahan sebesar 17,68% dan sektor nonperumahan 30,15%," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam paparan kinerja di Menara BTN, Jakarta, kemarin.

Jenis kredit sektor perumahan, yang menempati 90,04% dari total pinjaman, naik 17,68% (yoy) dari Rp135,74 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp159,73 triliun di bulan yang sama tahun ini.

Penaikan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi pun menjadi penyumbang terbesar pada pertumbuhan kredit perumahan BTN.

Per Juni 2017, KPR subsidi BTN naik 28,34% (yoy), dari Rp49,86 triliun menjadi Rp63,99 triliun.

KPR nonsubsidi juga tumbuh 11,09% (yoy) dari Rp57,15 triliun pada kuartal II/2016 menjadi Rp63,49 triliun di periode yang sama tahun ini.

Secara total, KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) BTN tumbuh di level 19,13% (yoy).

Dengan kinerja penyaluran tersebut, BTN kini masih memimpin pangsa pasar KPR, yakni 35,4% per 31 Maret 2017 dan pangsa pasar KPR FLPP 95,77% per Juni 2017.

BTN juga mencatatkan peningkatan penyaluran kredit konstruksi 18,2% (yoy), dari Rp19,95 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp23,58 triliun.

Komitmen tetap

Maryono mengatakan BTN tetap akan berkomitmen dalam sektor pembiayaan perumahan, khususnya perumahan di level menengah ke bawah.

Selain kredit perumahan, kredit nonperumahan tumbuh 30,15% (yoy) dari Rp13,57 triliun pada pertengahan tahun lalu menjadi Rp17,66 triliun di periode yang sama tahun ini.

Di sisi lain, pada kuartal II/2017, BTN pun telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp159,12 triliun atau naik 18,26% dari posisi Rp134,55 triliun pada Juni 2016.

Catatan pertumbuhan DPK tersebut juga berada di atas rata-rata industri perbankan yang hanya naik 11,2% (yoy) pada Mei 2017.

Pertumbuhan simpanan di BTN ditopang kenaikan giro, tabungan, dan deposito yang dihimpun BTN.

Per Juni 2017, giro BTN tercatat naik 25,97%(yoy) menjadi Rp41,73 triliun, tabungan naik 14,69% (yoy) menjadi Rp33,04 triliun, dan deposito naik 16,16% (yoy) menjadi Rp84,36 triliun.

Torehan positif di bidang kredit dan penghimpunan dana membuat laba bersih BTN naik 21,95 dari Rp1,04 triliun menjadi Rp1,27 triliun.

"Peningkatan laba perusahaan ditunjang dari peningkatan nett interest income (pendapatan bunga bersih) sebesar 14,13%," ujar Maryono.

Kinerja penyaluran kredit dan penghimpunan simpanan menyumbang pertumbuhan pendapatan bunga bersih BTN menjadi Rp4,2 triliun per Juni 2017.

Pendapatan lain-lain BTN juga meningkat 35,33% menjadi Rp791 miliar di Juni 2017. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya