Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Ekonomi Syariah Atasi Ketimpangan

25/7/2017 09:39
Ekonomi Syariah Atasi Ketimpangan
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)

EKONOMI dan keuangan syariah harus terus ditumbuhkan karena keduanya memuat prinsip-prinsip ekonomi inklusif yang mengedepankan keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan manfaat ekonomi sehingga dapat membantu menurunkan tingkat ketimpangan kesejahteraan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyatakan masih besarnya tingkat ketimpangan merupakan 'pekerjaan rumah' penting bagi Indonesia saat ini.

Hal itu disebabkan indikator ekonomi lainnya seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan stabilitas nilai tukar rupiah sudah membaik.

"Tingkat ketimpangan antara masyarakat kaya, menengah, dan miskin harus diturunkan mengingat hal itu merupakan syarat pertumbuhan ekonomi berkualitas dan inklusif," ujarnya dalam diskusi panel yang diselenggarakan BI dan Majelis Ulama Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Menurut Agus, salah satu solusi untuk menurunkan ketimpangan ialah sistem ekonomi dan keuangan yang inklusif.

Ekonomi keuangan syariah yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan perekonomian dapat mendorong prinsip ekonomi dan keuangan inklusif tersebut.

"Kami meyakini sistem ekonomi yang berlandaskan nilai syariah yang menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam merupakan salah satu jawaban tepat."

Dari hasil diskusi BI dan MUI, ujar Agus, terdapat tiga pilar ekonomi keuangan syariah yang harus ditumbuhkan.

Pertama ialah pilar pemberdayaan ekonomi syariah yang menitikberatkan pengembangan sektor usaha syariah.

Kedua ialah pendalaman pasar keuangan syariah. Pilar kedua tersebut mendorong peningkatan manajemen likuiditas serta pembiayaan syariah.

Pilar ketiga ialah penguatan riset dan edukasi termasuk sosialisasi dan komunikasi. (Nyu/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya