Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

KPPU akan Dalami Dugaan Monopoli PT IBU

25/7/2017 09:36
KPPU akan Dalami Dugaan Monopoli PT IBU
(ANTARA/RISKY ANDRIANTO)

KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mendalami kemungkin-an adanya praktik monopoli dalam penjualan beras premium oleh PT Indo Beras Unggul (IBU).

Perusahaan itu sebelumnya dige rebek polisi, KPPU, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan terkait dengan dugaan manipulasi kandungan beras.

Gabah IR64 yang mereka beli Rp4.900/kg dari petani, setelah digiling dijual Rp13.700/kg dan Rp20.400/kg.

Di satu sisi, harga pembelian PT IBU yang lebih tinggi dari ketetapan pemerintah itu menguntungkan bagi petani.

Namun, hal itu akan membuat usaha penggilingan beras yang lain kesulitan untuk mendapatkan gabah.

Menurut Ketua KPPU Syarkawi Rauf, banyak orang berpendapat bahwa kapasitas dari perusahaan itu sangat kecil bila dibandingkan dengan produksi beras nasional.

Ia menegaskan, cara membandingkannya tidak bisa seperti itu.

Perban-dingannya harus menggunakan dengan perusahaan yang bergerak di segmen yang sama yakni premium.

"Setelah membandingkan, nanti akan dilihat apakah dia menguasai pasar atau tidak. Kalau menguasai pasar, apakah dia memanfaatkan penguasaan itu untuk menetapkan harga yang sangat tinggi atau tidak. Kami KPPU akan fokus di situ," kata Syarkawi di Surakarta, kemarin.

Juru bicara PT IBU, Jo Tjong Seng, telah mengeluarkan bantahan atas tudingan pemerintah.

Diapresiasi

Di tempat terpisah, pedagang beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PBIC), Jakarta Timur, mengapresiasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Dukungan itu diberikan karena ulah PT IBU telah merusak harga dengan memborong gabah melalui tengkulak di lapangan.

Setelah penggerebekan gudang beras PT IBU, kini harga gabah ber-angsur normal.

Ketua Asosiasi Pedagang Beras PBIC, Nelis Soe Kedi, mengatakan kasus penggerebekan tersebut tidak mengganggu pasokan beras ke pasar induk yang tiap harinya mencapai 2.500-3.000 ton.

Kapasitas gudang pasar juga masih stabil di angka 40 ribu ton.

Kalaupun ada yang berkurang, hanya pasokan kualitas premium. (FR/RO/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya