Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR cangkang kelapa sawit ke Jepang ditargetkan mencapai 1,2 juta ton pada tahun ini.
Target tersebut lebih tinggi ketimbang realisasi ekspor tahun lalu sebesar 800 ribu ton.
Ketua Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia Dikki Akhmar mengatakan potensi ekspor cangkang sawit terbilang besar ke Jepang.
Pasalnya 'Negeri Sakura' itu tengah menggenjot penggunaan energi bersih untuk pembangkit listrik.
"Setelah kejadian (bencana nuklir) Fukushima, mereka lagi membangun 35 pembangkit dari biomassa. Sawit jadi target karena ketimbang bioenergi lain seperti palet kayu atau woodchip, sawit lebih gampang pemeliharaannya dan kalorinya bagus," kata dia pada diskusi di Jakarta, kemarin.
Beberapa pabrik kelapa sawit Indonesia pun sudah berkontrak dengan perusahaan Jepang untuk mengekspor cangkang sawit.
Nilai kontrak sementara ekspor itu sebesar US$1,5 miliar selama 10 tahun ke depan.
Dikki menargetkan ekspor cangkang sawit Indonesia ke pasar dunia mencapai 1,8 juta ton pada tahun ini, naik dari 1,6 juta ton pada 2016.
Jumlah ekspor itu setara dengan 19,6% dari total produksi cangkang sawit nasional sekitar 9,18 juta ton.
Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Bayu Krisnamurthi mengatakan potensi ekspor cangkang dan tandan kosong kelapa sawit amat besar.
Diperkirakan pada 2045, potensi ekspor cangkang sawit mencapai 7-8 juta ton dan 12 juta ton untuk tandang kosong.
Potensi pun mengarah ke Jepang yang selama 3-5 tahun terakhir permintaan cangkang sawitnya tumbuh 40%/tahun.
Dengan potensi itu, Bayu menilai akan makin besar nilai keekonomian kelapa sawit.
"Ke depan akan jadi bisnis tersendiri yang makin menarik. Jepang dan Korea Selatan akan jadi pasar prospektif buat pasar sawit Indonesia," kata mantan Wakil Menteri Perdagangan itu. (Jes/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved