Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
Sudah menjadi keniscayaan di banyak negara perihal digitalisasi kartu tanda pengenal (ID card).
Indonesia pun tidak luput dari fenomena itu.
Kartu pengenal bukan hanya difungsikan sebagai tanda pengenal, tapi juga punya fungsi lainnya yang ikut disematkan melalui mikrocip yang tertanam di dalamnya.
Salah satunya ialah sebagai bagian dari alat pembayaran ataupun digunakan untuk mengisi mesin absensi.
Kini, dengan makin maraknya penggunaan ponsel pintar (smartphone), penggunaan kartu tanda pengenal pun mulai bergeser ke arah digital.
Kartu identitas bisa disematkan dalam ponsel pintar sehingga segala fungsi di dalamnya hanya perlu menempelkan gawai itu ke arah scanner untuk bisa digunakan.
Director of Sales ASEAN, Secure Issuance HID Global, Hary Permadi Kartono mengatakan, melalui kartu identitas digital tersebut, penggunanya tidak perlu membawa banyak kartu dalam dompetnya sehingga lebih efisien.
Dari segi keamanan pun akan lebih terjamin karena smartphone kini sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang, khusunya generasi milenial.
"Orang-orang saat ini kalau kehilangan smartphone sudah seperti kehilangan barang penting yang langsung dicarikan bagaimana solusinya. Beda dengan kehilangan kartu yang biasanya baru diurus dalam waktu satu-dua hari kemudian. Kartu identitas digital dari segi keamanan, ya paling dari segi daya baterai smartphone dan kalau hilang saja. Kartu seperti itu juga bisa digunakan saat data internet tidak aktif," kata Hary ditemui di Jakarta, Rabu (19/7).
Saat ini sejumlah perusahaan multinasional menurut Hary sudah mulai menggunakan kartu identitas digital yang di dalamnya disertai banyak fungsi selain tanda pengenal.
Misalnya saja absensi, alat pembayaran, kartu asuransi, jaminan ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.
Hary memprediksi dalam 4-5 tahun ke depan, pemanfaatan 'kartu pintar' itu akan semakin marak di Tanah Air.
"Pelan-pelan akan mengarah ke situ, karena sekarang perusahaan global sudah menggunakannya. Beberapa negara lain juga sudah mulai mentransformasikan kartu kependudukan (KTP) dan kartu izin mengemudi (SIM) ke smartphone. Bukan berarti kartu fisik ditinggalkan, tetap ada, tapi fungsinya bisa dikombinasikan dengan yang ada di smartphone," ujar Hary.
Belum merata
Di Indonesia, ungkap Hary, penggunaan kartu pintar saat ini juga masih belum merata.
Segmen korporasi disebutnya memiliki kepedulian lebih tinggi dalam transformasi kartu pengenal biasa menjadi smartcard yang digabungkan dengan sejumlah fungsi.
Sementara di segmen pemerintah, saat ini transformasi sedang berlangsung dengan adanya kartu pegawai negeri sipil elektronik (KPE) yang digagas Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Bekerja sama dengan HID Global dalam mencetak KPE sejak 2014, saat ini sudah sekitar 2 juta PNS dari target 4,5 juta PNS yang menggunakan KPE.
Direktur Pengembangan Informasi Sistem BKN Bajoe Loedi Hargono mengatakan, KPE yang ditujukan bagi para PNS aktif dan pensiunan tersebut, bisa digunakan untuk berbagai fungsi, contoh mengambil gaji dan dana pensiun di mesin ATM.
"Kami memutuskan untuk bekerja sama dengan HID Global karena mereka memiliki pemahaman yang paling menyeluruh tentang kebutuhan kami sebagai instansi pemerintah. Kartu yang diproduksi pun tahan lama dan sejauh ini hanya sedikit kejadian kerusakan pada KPE. Respons positif pun kami dapat dari PNS dan pensiunan yang sudah menggunakan KPE," kata Hargono. (S-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved