Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Kami Simpulkan Skema Selisih Suku Bunga Lebih Efektif

Raja Suhud
24/7/2017 09:30
Kami Simpulkan Skema Selisih Suku Bunga Lebih Efektif
(ANTARA)

PEMERINTAH menyatakan bahwa porsi pembiayaan KPR bersubsidi yang berasal dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahun ini dipangkas dari Rp9,7 triliun menjadi hanya Rp3,2 triliun.

BTN sebagai bank terbesar pemberi KPR bersubsidi memilih untuk fokus menggunakan skema selisih suku bunga (SSB) sebagai metode pembiayaan KPR bersubidi.

Guna mengetahui alasan BTN memilih SSB ketimbang FLPP, wartawan Media Indonesia Raja Suhud mewawancarai Dirut BTN Maryono di sela-sela peninjauan proyek rumah murah bagi masyarakat Pekanbaru, Riau, yang menggunakan KPR bersubsidi.

Berikut petikannya.

Apa alasan memilih konsentrasi di SSB ketimbang FLPP?

Jadi, program subsidi ini ada dua sumbernya yakni FLPP dan SSB.

Kalau menggunakan FLPP, itu hanya bisa membuat 120 ribu unit.

Kalau SSB, bisa membuat hingga 170 ribu.

Kami di BTN mendapat penugasan untuk membiayai rumah hingga 660 ribu unit, gabungan antara konstruksi dan KPR.

KPR nya sendiri 170 ribu, tentu kami pilih SSB yang lebih banyak jadi kredit dan efektif.

Jadi pertimbang-annya karena SSB lebih efektif ketimbang FLPP?

Kalau dilihat kan lebih banyak yang dibia-yai dengan SSB. FLPP 120 ribu, dengan SSB kami bisa capai 170 ribu.

Kami simpulkan kalau SSB bisa lebih efektif dan cepat juga sehingga ini sebenarnya ini program percepatan karena dananya sudah bisa dari awal tahun.

(Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dna Perumahan Rakyat Lana Winayanti juga membenarkan bahwa anggaran FLPP baru bisa cair setelah APBN perubahan disetujui, sedangkan SSB sudah per Februari).

Tidak ada hubungan dengan likuiditas?

Tentu tidak.

Likuiditas kami cukup bagus.

Untuk diketahui, dana pihak ketiga kami terus bertumbuh hingga 22%.

Belum lagi kami juga mengeluarkan obligasi.

Dari obligasi saja kami bisa meraih dana Rp5 triliun, laris manis di pasar.

Jadi kalau hanya menutup selisih dari Rp9,7 triliun ke Rp3,2 trililun, itu tidak masalah.

Kinerja program BTN untuk program sejuta rumah tahun ini seperti apa?

Kami kan ditarget untuk gabungan kontruksi dan KPR bersubsidi itu 660 ribu. Realisasi-nya sudah mencapai 370 ribu unit. Sudah lebih dari 50%.

Jadi kami sangat berkomitmen untuk mendukung program sejuta rumah.

Seperti di Pekanbaru ini, kami hadirkan 2.216 rumah murah bagi masyarakat.

Sebelumnya juga di Balikpapan.

Jadi komitmen kami untuk mendukung program satu juta rumah dari Presiden Joko Widodo tetap besar. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya