Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI garam lokal sangat kecil sehingga harga garam di tingkat petani melonjak drastis.
Hal itu membuat pemerintah berencana mengimpor garam.
Namun, upaya itu dinilai terlambat.
"Kalau mau impor jangan sekarang di saat kami mulai panen. Sebaiknya ditunda dulu sampai akhir tahun," ucap Ketua Umum Asosiasi Petani Garam Republik Indonesia (APGRI) Jakfar Sodikin.
Menurut dia, bulan ini hingga pertengahan November merupakan saat-saat panen garam rakyat. Diperkirakan, Agustus menjadi panen raya bagi petani garam.
Ia khawatir bila izin impor dikeluarkan saat ini, garam akan mulai didatangkan pada bulan depan seiring dengan panen garam.
Bila demikian, harga garam akan anjlok dan merugikan petani.
"Kalau impor sekarang, apa jaminan ke petani? Jangan kasih solusi tapi tidak memberikan alternatif yang tepat buat petani. Kami sudah minta impor sejak Februari supaya tidak bertepatan dengan panen dan malah merugikan kami," cetus Jakfar.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Bareskrim mengaku sedang mengumpulkan data produksi di setiap daerah.
Data itu akan digunakan untuk menerbitkan rekomendasi dan izin impor garam konsumsi.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi menargetkan seluruh data produksi dari setiap daerah akan diperolehnya pada pekan depan.
Selanjutnya, KKP baru bisa menentukan jumlah garam konsumsi yang mesti diimpor.
Alasannya, produksi garam lokal sangat kecil sehingga harga garam di tingkat petani melonjak drastis.
"Produksi garam dalam negeri di luar ekspektasi. Curah hujan di banyak daerah masih tinggi sehingga panen tidak sesuai dengan harapan," lanjutnya.
Target produksi garam rakyat tahun ini mencapai 3,2 juta ton atau lebih rendah daripada target tahun lalu, 3,6 juta ton.
Tahun lalu, lantaran faktor curah hujan, realisasi produksi tidak sesuai dengan target, hanya menghasilkan 144.009 ton atau hanya 4% dari target.
Saat ini harga garam melonjak dari normal Rp5.000 per liter menjadi Rp15 ribu.
Di Jawa Timur, harga garam di tingkat petani mencapai Rp2 juta per ton dari harga normal Rp430 ribu.
Kenaikan harga garam juga memicu lonjakan harga ikan asin di sejumlah pasar di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).
Kenaikan ikan asin mencapai hampir 100% jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Garam industri
Selain garam konsumsi, garam untuk kebutuhan industri sulit diperoleh. Hal ini dikeluhkan Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Tony Tanduk.
"Garam kan bahan baku. Kalau ditahan, industri tidak jalan," ujar Tony, beberapa waktu lalu.
Menurut Tony, kesulitan memperoleh izin impor garam untuk bahan baku industri akan berdampak pada impor barang konsumsi.
Karena kegiatan produksi di dalam negeri turun, impor aneka pangan dan barang jadi justru akan bertambah banyak. (CS/FL/ LD/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved