Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN asuransi jiwa PT FWD Life Indonesia menggandeng PT Schroder Investment Management Indonesia meluncurkan Bebas Optimal, produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link).
Chief Product Proposition & Sharia FWD Life Ade Bungsu menyatakan produk tersebut diluncurkan untuk memberikan pilihan perlindungan dan investasi bagi masyarakat Indonesia, khususnya kelas menengah ke atas yang sadar investasi.
Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2017, total aset industri asu-ransi jiwa konvensional di Indonesia naik 20,14% menjadi Rp423,69 triliun dari periode yang sama di 2016 yang sebesar Rp352,64 triliun.
Berdasarkan data tersebut, kata Ade, nilai investasi terhadap reksadana yang merupakan portofolio investasi unit linked mencapai Rp103,44 triliun atau 25% dari total aset industri asuransi jiwa di Indonesia.
Dari data itu, Ade menilai kontribusi produk unit link masih tinggi dan diminati pasar.
"Saat ini, di FWD hampir 90% kontribusinya untuk jalur distribusi berada di produk unit link sehingga kami tidak menargetkan berapa unit link, melainkan mengembalikan kepada kebutuhan pasar," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Ade mengungkapkan nasabah FWD Bebas Optimal dibebaskan dalam memilih cara pembayaran premi dengan jangka waktu 3, 5, dan 10 tahun dan dapat menambah dana investasi setiap saat.
Selain itu, nasabah akan mendapat perlindungan komprehensif dari berbagai risiko kematian hingga usia 80 tahun dengan sedikit pengecualian, seperti bunuh diri dan pelanggaran hukum.
Dalam kesempatan itu, Ade juga mengungkapkan bahwa pada kuartal 1 2017, FWD berhasil tumbuh lebih dari 300% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga kuartal I 2017, premi FWD Life mencapai Rp259,7 miliar.
Ade menargetkan FWD Bebas Optimal dapat menyumbang 30% pada total premi di tahun ini.
"Kami menargetkan dapat tumbuh dua kali lipat dari 2016. Paling tidak, produk ini bisa berkontribusi 30% dari total premi."
Executive Vice President Intermediary Business Schroder Indonesia Bonny Iriawan menambahkan, sejumlah faktor telah mendorong kondisi pasar Indonesia berada dalam tren positif.
Di antara faktor tersebut ialah kondisi pasar saham global yang kondusif serta fundamen makroekonomi Indonesia, terutama kenaikan surplus perdagangan. (Try/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved