Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

GMF Aero Asia Incar Rp3,9 Triliun dari IPO

Erandhi Hutomo Saputra
21/7/2017 15:19
GMF Aero Asia Incar Rp3,9 Triliun dari IPO
(ANTARA/ANDIKA WAHYU)

ANAK usaha PT Garuda Indonesia Tbk, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, akan melepas sekitar 30% saham ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.

Direktur Utama GMF Aero Asia Iwan Joeniarto mengatakan pihaknya menargetkan raihan dana IPO US$200 juta-US$300 juta atau sekitar Rp2,6 triliun-Rp3,9 triliun (kurs Rp13 ribu) yang akan digunakan untuk ekspansi usaha.

"Mayoritas dana dari IPO untuk ekspansi perusahaan serta meningkatkan kapabilitas dan kapasitas terutama pasar domestik. Kami akan ambil lagi pasar domestik yang ke luar negeri agar kembali ke dalam negeri," ujar Iwan di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan pihaknya juga bekerja sama dengan maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) untuk memanfaatkan fasilitas yang tidak termanfaatkan.

"Kami sudah ada kerja sama operasi dengan Merpati, yang dinaungi Kementerian BUMN. Ada beberapa hanggar seperti di Surabaya, Manado, dan Biak, akan kami manfaatkan."

Dengan ekspansi, ia berharap perusahaan bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi ke depan terutama wilayah Indonesia Timur.

Dalam aksi korporasi itu, lanjut dia, selain menawarkan ke investor lokal, manajemen GMF Aero Asia akan menawarkan saham ke investor regional, di antaranya Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

Selaku penjamin emisi IPO, pihaknya menunjuk Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan BNI Sekuritas. Dalam pengajuan IPO itu, pihaknya menggunakan laporan keuangan periode Maret 2017.

Sebelumnya, Dirut PT Garuda Indonesia Tbk Pahala Nugraha Mansury mengatakan GMF Aero Asia sedang proses pelaksanaan IPO pada tahun ini.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami sudah mulai registrasi kepada perusahaan efek dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ujarnya.

Tiga anak usaha

Pada kesempatan terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan ada tiga anak usaha BUMN yang bakal melantai di bursa efek pada tahun ini.

Ia menyebutkan anak usaha yang pasti melakukan IPO pada tahun ini ialah PT GMF Aero Asia sebagai anak usaha dari PT Garuda Indonesia.

"Kalau tidak September, ya, Oktober," ujar Rini seusai menghadiri pelantikan dewan komisioner OJK di Gedung MA, Jakarta, kemarin.

Selain GMF Aero Asia, anak usaha BUMN lainnya yang akan IPO ialah PT Wijaya Karya (Wika) Realty yang merupakan anak usaha dari PT Wijaya Karya (persero).

Namun, untuk kepastiannya masih dibicarakan lebih lanjut di internal BUMN. Satu anak usaha lainnya tidak Rini sebutkan.

Rini menyebutkan GMF Aero Asia menjadi anak usaha BUMN yang paling banyak diminati investor, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga investor asing.

"GMF banyak yang berminat dari luar negeri karena mereka berharap memberikan bisnis, jadi seperti maintenance pesawatnya, mereka ke kita. Jadi, kita ada pembicaraan dengan beberapa airlines juga. Mereka masih negosiasi dengan investment bank. Kalau enggak salah, (nilainya) Rp1 triliun," pungkas Rini. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya