Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden Joko Widodo memiliki komitmen tinggi untuk melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Developement Goals/SDGs).
Hal itu ditunjukkan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada 4 juli lalu.
Bambang mengatakan, Perpres SDGs itu menekankan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan melalui empat platform partisipasi, yaitu pemerintah dan parlemen, filantropi dan bisnis, juga ormas, akademisi, dan pakar dalam rangka menyukseskan pelaksanaan agenda SDGs.
"Pemerintah kami di bawah Presiden Jokowi sangat serius dengan pelaksanaan indikator-indikator SDGs di Indonesia. Hal ini terlihat dengan masuknya program SDGs dalam RPJMN 2020-2024," ung-kap Bambang dalam Forum Tingkat Tinggi PBB mengenai Sustainable Development di New York, AS, Selasa (18/7).
SDGs merupakan agenda global Perserikatan Bangsa-Bangsa guna mendorong pembangunan berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim dalam bentuk aksi nyata yang dicanangkan lewat Resolusi PBB pada 21 Oktober 2015. SDGs merupakan kelanjutan dari MDGs yang berakhir pada 2015.
"Pelaksanaan SDGs berarti juga melaksanakan tujuan pembangunan nasional kami," kata Bambang.
Sebelumnya agenda SDGs telah terintegrasi dalam Rencana Jangka Menengah Nasional 2015-2019 dan sampai saat ini telah berhasil mencapai 94 dari 169 target yang ditetapkan.
Menurut Bambang, terbukanya peluang ekonomi baru mampu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.
Hal itu tidak lepas dari upaya pemerintah membangun infrastruktur. (RO/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved