Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan bangkrutnya PT Modern Sevel Indonesia atau 7-Eleven (Sevel) menyisakan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga hampir 2.000 karyawan. Dengan begitu, diperkirakan orang yang terkena dampak PHK tersebut mencapai 8.000 orang.
"Sevel kan jumlahnya hampir 2.000 pegawai. Kalau dikalikan 4, yakni ada istri dan dua anak, sudah 8.000 orang yang terdampak dari PHK," ucap Ketua Umum Aprindo Roy Mandey saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (10/7).
Dia pun menilai mayoritas pegawai yang terkena PHK merupakan warga DKI Jakarta, sehingga masalah pengangguran di Ibu Kota Negara dianggap akan makin bertambah banyak.
"Karena Sevel sekarang belum bisa berkembang di luar Jakarta, dia hanya memiliki izin di DKI Jakarta. Izin ritel kan belum ada perubahan dari regulator, akhirnya fokus dulu Jakarta. Padahal, semua peritel maunya di kota-kota lain," paparnya.
Saat ini total pegawai ritel modern di Indonesia menurut Roy mencapai 4 juta orang. Pegawai yang bekerja di minimarket mendominasi hingga 75%.
Penyelesaian masalah antara PT Modern Sevel Indonesia dan para pegawainya yang di-PHK hingga kini masih berlangsung. Masalah tentang rencana pemindahan pegawai dan pemberian pesangon masih dibahas internal.
Di kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku belum bertemu dengan manajemen 7-Eleven. Namun, dia memastikan tidak akan mengintervensi bisnis waralaba asing tersebut karena keputusan menutup seluruh gerai adalah keputusan internal manajemen.
"Saya nunggu waktu mereka (untuk bertemu). Sebagai kawan, saya mau tanya, saling diskusilah. Sebetulnya itu (penutupan gerai) adalah murni judgement dari pengusaha, saya tidak boleh intervensi," pungkas Enggar. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved