Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI Indonesia tahun ini diperkirakan berada pada rentang yang ditargetkan pemerintah 4% plus minus 1%.
Tercapainya target inflasi pada tahun ini merupakan hasil kerja keras pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilisasi harga.
Yang pasti, rendahnya inflasi bukan karena faktor daya beli masyarakat yang menurun karena daya beli masyarakat masih tumbuh dengan solid.
Ekonom Joshua Pardede mengatakan inflasi bulan Ramadan tahun ini cukup terkendali dan mendukung pencapaian kisaran sasaran inflasi 2017.
Adapun inflasi pada Juni diperkirakan sekitar 0,55% MoM atau sekitar 4,22% YoY.
"Selain komponen inflasi harga bergejolak, inflasi komponen administered price diperkirakan juga meningkat, didorong kenaikan tarif angkutan udara, tarif angkutan antarkota karena masyarakat sebagian besar berlibur dan melakukan aktivitas mudik, serta penyesuaian tarif listrik tahap III yang berdampak pada pelanggan pascabayar. Secara keseluruhan, inflasi akhir tahun diperkirakan terkendali di kisaran target sasaran BI," kata Joshua.
Terkendalinya inflasi khususnya pada bulan Ramadan yang lalu, menurut dia, dipengaruhi juga oleh langkah-langkah antisipatif dari pemerintah dan BI dalam berkoordinasi untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang pada umumnya meningkat menjelang Idul Fitri.
Upaya tersebut cukup optimal mengelola inflasi volatile food.
"Menurut saya, daya beli masyarakat masih tumbuh solid mengingat dampak penyesuaian tarif listrik sejak awal tahun mulai menurun, apalagi dengan gaji ke-13 dan 14 bagi PNS juga diharapkan menjaga daya beli masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya banyak pihak menilai capaian inflasi yang rendah menunjukkan adanya penurunan daya beli dari masyarakat, terutama di Indonesia.
Padahal, penilaian seperti itu tidak selalu tepat karena harus melihat dari struktur perekonomian suatu negara lantaran antara satu negara dan negara lain memiliki perbedaan.
Beda kasus
Direktur Grup Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Ariefianto menilai anggapan tersebut lebih cocok diterapkan kepada negara maju.
Di Indonesia, inflasi yang rendah atau deflasi tak bisa serta-merta menggambarkan adanya kelesuan pada daya beli rumah tangga atau konsumsi masyarakat yang menurun.
Ia menjelaskan, di Indonesia selama masih ada pengendalian harga oleh pemerintah dan otoritas moneter atau administered price seperti bensin dan pangan, kondisi itu yang akan menunjukkan adanya pergerakan inflasi yang terkendali.
Pengendalian inflasi itu penting untuk mendukung laju perekonomian yang sehat.
Lain halnya dengan di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) yang sudah tak banyak lagi harga yang dikendalikan atau hampir semua diserahkan pada mekanisme pasar.
Tentu situasi dan kondisinya akan berbeda dan tidak bisa disamakan dengan situasi dan kondisi perekonomian di Indonesia.
Menko Perekonomian Darmin Nasution pernah menyatakan rendahnya tingkat inflasi bukan merupakan indikasi adanya penurunan daya beli masyarat.
Menurut Darmin, capaian inflasi sekarang ini ialah karena upaya pemerintah yang memang ingin menekan tingkat inflasi melalui pengendalian harga barang dan kebutuhan pokok supaya tak me-rangkak naik. (MTVN/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved